10.650 Guru Ikuti UKG

10.650 Guru Ikuti UKG

10.650 Guru Ikuti UKG

10.650 Guru Ikuti UKG
10.650 Guru Ikuti UKG

Sebanyak 10.650 guru dan pengawas di Kabupaten Bandung Barat mengikuti Uji Kompetensi Guru

(UKG) mulai tanggal 9-19 November 2015. Mereka terdiri atas guru SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, baik yang berstatus PNS, maupun non PNS. Kegiatan UKG dilaksanakan di beberapa sekolah yang memiliki komputer dan server yang sesuai dengan ketentuan spesifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Untuk memfasilitasi jumlah guru yang cukup banyak tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyiapkan tempat uji kompetensi (TUK) sebanyak 20 lokasi. Dalam satu hari, setiap TUK rata-rata melayani tiga kelompok peserta UKG. Setiap TUK difasilitasi dan dilayani oleh operator dan pengawas ruang UKG.

Sebagai SKPD yang membidangi pendidikan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten

Bandung Barat telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Upaya melakukan persiapan tersebut dilakukan agar pelayanan pelaksanaan UKG terhadap setiap guru yang menjadi pesertanya dapat terlaksana secara optimal. Hingga menjelang akhir, UKG di Kabupaten Bandung Barat dapat berjalan lancar, tanpa kendala yang berarti. Adanya sedikit kendala yang terjadi dapat diantisipasi oleh operator dan pengawas yang bertanggung jawab pada TUK.

”Sampai sejauh ini, saya belum menerima laporan dari staf pelaksana UKG perihal adanya kendala yang berarti. Kecuali pada hari pertama, saya mendapat laporan adanya permasalahan, tetapi itu pun dapat diantisipasi oleh para pelaksana di lapangan,” papar Kadisdikpora Dra Hj Agustina Piryanti.

Pendekatan yang digunakan dalam UKG adalah tes penguasaan substansi bidang studi

(subject matter) berdasarkan latar belakang pendidikan, sertifikat pendidik, dan jenjang pendidikan tempat guru bertugas. Oleh karena itu, instrumen tes untuk guru SD, SMP, SMA dan SMK dibedakan sesuai dengan jenjang pendidikan tempat guru tersebut bertugas.

Untuk di Kabupaten Bandung Barat, UKG dilaksanakan secara online. Hal itu dilakukan dengan asumsi bahwa hampir sebagian besar guru yang ada di Kabupaten Bandung Barat sudah memiliki kemampuan dalam mengoperasionalkan komputer

 

Sumber :

Sejarah Lahirnya ISIS