Aktivis Lingkungan Gembleng Santri Lewat Ngaji Sampah

Aktivis Lingkungan Gembleng Santri Lewat Ngaji Sampah

Aktivis Lingkungan Gembleng Santri Lewat Ngaji Sampah

Aktivis Lingkungan Gembleng Santri Lewat Ngaji Sampah
Aktivis Lingkungan Gembleng Santri Lewat Ngaji Sampah

Adistiyar Prayoga mengajak para santri untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu

yang berguna dan bermanfaat. Salah satunya dengan menjadikan sampah sebagai pundi-pundi rupiah.

Hal itu disampaikan saat dirinya mengisi materi Ngaji Sampah dengan tema ‘Teknik Operasional Pengelolaan Sampah’ dalam program international event Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Selasa (15/1/2019).

Dalam momentum tersebut, aktivis lingkungan dan pengelola sampah menjelaskan secara detail seputar bahaya sampah, konsep nol sampah atau konsep zero waste hingga cara pengelolaan sampah menjadi pundi rupiah. “Prinsipnya tugas santri tidak hanya mengaji, tapi juga harus menjaga lingkungan sekitar,” kata Adistiyar Prayoga.

“Seorang santri harus berpikir positif bagaimana caranya memanfaatkan barang

atau benda yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai dan berharga. Termasuk di antaranya soal sampah,” ungkapnya.
Baca Juga:

Fadli Zon Pamer Foto Selfie Bersama Ribuan Santri
Dr M Busyro Muqaddas: Pusat Regenerasi Terbesar Pondok Pesantren
Dr Muhammad Husain Barkawy Harap Kekacauan Timur Tengah Tak Terjadi di Indonesia
Ngaji Motivasi, Nikmatilah Takdirmu

Dari itu, para santri juga semestinya harus mengetahui, memahami sekaligus memilah dan memilih jenis sampah yang bisa dikelola kembali atau tidak. “Memilah dan memilih jenis sampah yang bisa dikelola atau tidak, tanpa disadari juga bisa membangun kesadaran para santri tentang sampah dan kepedulian terhadap lingkungan,” imbuhnya.

“Menjaga lingkungan disertai dengan semangat membuang sampah pada tempatnya

juga merupakan salah satu bentuk yang Salih dan Muslih,” sambung pemateri yang juga mengutip Grand Tema Pekan Ngaji 4 ‘Menuju Generasi Salih dan Muslih’.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan solusi kepada jajaran pengurus pesantren agar membuat regulasi dan aturan tentang sampah demi menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. “Kalau perlu adakan hukuman bagi santri yang melanggar peraturan membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

“Kalau kita sudah memiliki komitmen membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kelestarian lingkungan, Insya’ Allah kita akan mendapatkan shadaqah jariyah. Baik bagi kita pribadi maupun orang tua kita di rumah,” pungkasnya

 

Sumber :

https://situsiphone.com/