Asas-asas Perjanjian Dan Klasifikasinya

Asas-asas Perjanjian Dan Klasifikasinya

Asas-asas Perjanjian

Asas-asas Perjanjian

Beberapa asas perjanjian sebagaimana diuraikan berikut ini .

Asas kebebasan Berkontrak

Setiap orang bebas mengadakan perjanjian apa saja .baik yang sudah diatur maupun belum diatur dalam undang-undang .akan tetapi ,kebebasan tersebut dibatasi oleh tiga hal ,yaitu tidak dilarang undang-undang ,tidak bertentangan dengan ketertiban umum ,dan tidak bertentangan dengan kesusilaan

Asas pelengkap

Asas ini mempunya iarti bahwa ketentuan undang-undang boleh tidak diikuti apabila pihak-pihak menghendakin dan membuat ketentuan sendiri yang menyimpang dari ketentuan undang-undang. Akan tetapi, apabila dalam perjanjian yang mereka buat tidak ditentukan lain, berlakulah ketentuan undang-undang. Asas ini hanya mengenai rumusan hak dan kewajiban pihak-pihak.

Asas konsensual

Asas ini mempunyai arti bahwa perjanjian itu terjadi sejak saat tercapai kata sepakat (consensus) antara pihak-pihak mengenai pokok perjanjian

Asas obligator

Asas ini mempunyai arti bahwa perjanjian yang dibuat oleh pihak-pihak itu baru dalam tarap menimbulkan hak dan kewajiban saja, belum mengalihkan hak milik. Hak milik baru mengalih apabila dilakukan dengan perjanjian yang bersifat kebendaan (zakelike overeenkomst) yaitu melalui penyerahan
( levering).

Klasifikasi Perjanjian

Perjanjian dapat diklasifikasikan 5 macam antaralain

Perjanjian sepihak dan duapihak

Perjanjian dua pihak adalah perjanjian yang mewajibkan kedua belah pihak saling memberikan prestasi misalnya jual beli sewa menyewa atau tukar menukar. Perjanjian sepihak adalah perjanjian yang mewajibkan satupihak memberi prestasi dan pihkaklain menerima prestasi, misalnya perjanjian hibah dan hadiah.

Perjanjian bernama dan tidak bernama

perjanjian bernama adalah perjanjian yang sudah memiliki nama tertentu yang dikelompokan sebagai perjanjian khusus dan jumlahnya terbatas, misalnya jual beli, sewa menyewa, tukar menukar, hubah, asuransi, dan pengangkutan. Tidak bernama adalah perjanjian yang tidak memiliki nama tertentu dan jumlahnya tidak terbatas.

Perjanjian obligator dan kebendaan

perjanjian obligator adalah perjanjian yang menciptakan hak dan kewajiban misalnya, dalam jual beli sejak terjadi persetujuan (consensus) mengenai benda dan harga, penjual wajib menyerahkan benda dan pembeli wajib membayar harga benda, penjual berhak atas pembayaran harga dan pembeli berhak atas benda yang dibneli. Perjan kebendaan adalah perjanjian untuk mengalihkan hak milik, seperti dalam jualbeli, hubah, dan tukar mrnukar. Akan tetap dalam perjanjian yang lain, seperti sewa menyewa, pinjam pakai, dan gadai hanya mengalihkan penguasaan benda (bezit)

Pejanjian konsensual dan real

perjanjian konsensual adalah pejanjian yang terjadinya itu baru dalam tarap menimbulkan hak dan kewajiban bagi pihak-pihak. Tujuan perjanjian baru tercapai apabila ada tindakan realisasi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Perjanjian real adalah perjanjian yang terjadinya itu sekaligus realisasi tujuan perjanjian, yaitu pengalihan hak.

Perjanjian untukn kepentingan pihak ketiga

pihak ketiga yang dimaksud antaralain, ahli waris, orang-orang yang memproleh hak, dan orang-orang pihak ketiga. Dalam perjanjian, para pihak yang membuat perjanjian tidak dapat mengikat orang-orang pihak ketiga, kecuali apabila pihak ketiga itu terikat karena ketentuan undang-undang seperti ahli waris dan penerima wasiat.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/