Peternak

CIRI DAN STRUKTUR TUBUH AMFIBI

CIRI DAN STRUKTUR TUBUH AMFIBI

•    Anggota tubuhnya terdiri atas kepala dan badan (contoh katak) atau kepala, badan dan ekor (contoh salamander).

•    Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami metamorfosis sempurna. Artinya amfibi memiliki bentuk dewasa yang sangat berbeda dibandingkan bentuknya saat baru lahir dan mereka mengalami fase larva.

•    Amfibi juga memiliki hati, pankreas, dan kelenjar adrenal.

•    Amfibi adalah hewan berdarah dingin, artinya pengaturan suhu tubuh dilakukan secara eksternal (di luar tubuh).

•    Memiliki 4 kaki (2 pasang) dan terdapat selaput antar jari-jarinya, kecuali pada ordo Caecilia (tidak mempunyai kaki).

•    Kulit halus, tipis, berpori, berlendir, biasanya beracun dan selalu berada dalam keadaan lembab.

•    Sistem Pernapasan, utamanya saat masa larva menggunakan insang sedangkan ketika dewasa menggunakan paru-paru.

•    Sistem Sirkulasi, Jantungnya memiliki 3 ruangan, yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel. Peredaran darahnya merupakan peredaran darah tertutup ganda, artinya akan melewati jantung dua kali dalam satu proses peredaran darah.

•    Sistem pencernaan lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus dan rektum yang berhubungan langsung dengan koakla (satu-satunya lubang untuk saluran pencernaan, urin dan genital). Amfibi memiliki mulut yang lebar, gigi-gigi kecil dan lidah yang bercabang menjadi dua pada ujungnya. Permukaan lidahnya mengandung zat perekat yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

•    Sistem Eksresi, Amfibi memiliki ginjal dan saluran kemih yang mengatur proses eksresi padanya. Akhir dari saluran kemih tersebut juga sama dengan saluran pencernaan, yaitu koakla (satu-satunya lubang untuk saluran pencernaan, urin dan genital).

•    Sistem Saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

•    Sistem indera berupa mata, hidung dan telinga. Kepala amfibi berbentuk segitiga seperti kerucut yang terdiri dari sepasang mata dan pada masing-masing mata ini terdapat kelopak mata atas dan bawah. Pada kelopa mata bawah terdapat membran tipis yang disebut membran niktitans. Membran ini berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan dengan air. Lubang hidung pada amfibi berhubungan langsung dengan rongga mulutnya. Telinga amfibi terdiri dari telinga tengah dan telinga dalam, mereka tidak memiliki telinga luar. Pada telinganya juga terdapat salurang yang berhubungan dengan faring yang disebut tuba eustachius, saluran ini berfungsi untuk menyesuaikan tekanan udara pada lingkungan luar tubuh dengan lingkungan dalam tubuh. Katak juga memiliki gendang teling (membran timpani), sedangkan salamander tidak memilikinya, oleh karena itu mereka mendeteksi getaran suara dengan kakinya.

•    Berkembangbiak dengan bertelur dan telur diletakkan dalam air atau tempat yang lembab, fertilisasi (pertemuan sel sperma dengan sel ovum) berlangsung secara eksternal (di luar tubuh), kecuali pada ordo Gymnophiona (Apoda) yang fertilisasinya terjadi secara internal (di dalam tubuh).

3.     REPTIL

Umumnya kita mengenal hewan reptile seperti ular dan buaya. Selain kedua hewan tersebut, masih banyak lagi jenis-jenis reptile di lingkungan sekitar kita. Nah, apa sih definisi dari reptile? Istilah reptile berasal dari kata Reptum yang artinya melata. Reptile juga termasuk tetrapoda yaitu hewan berkaki empat. Jadi, Reptil merupakan organism vertebrata (bertulang belakang) yang melata dan sebagian berkaki empat, memiliki sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile merupakan organism pertama yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Sumber: https://multiply.co.id/