Pendidikan

 Dasar hukum konsumsi dalam islam

 Dasar hukum konsumsi dalam islam

  1. Sumber yang ada dalam al-Qur’an

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَتُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَيُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya :

Makan dan minumlah, namun janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah itu tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

  1.  Sumber yang berasal dari Sunnah yang artinya Abu Said al Chodry  berkata:

ketika kami dalam berpergian bersama nabi saw,mendadak datang seseorang berkendara,sambil menoleh kekanan kekiri seolah-olah mengharapkan bantuan makanan,maka bersabda Nabi Saw siapa yang mempuyai kelebihan kendaraan harus dibantu pada yang tidak memiliki kendaraan.dan siapa yang mempunyai kelebihan bekal harus dibantu pada yang tidak memiliki bekal.kemudian rasulullah menyebut berbagai macam jenis kekayaan hingga kita merasakan seseorang tidak berhak memilki sesuatu yang lebih dari kebutuhan hajatnya.(H.Rbukhari).

Menurut Manan konsumsi adalah permintaan sedangkan produksi adalah penyediaan.kebutuhan konsumen yang kini yang telah diperhitungkan sebelumnya,menurut intensif pokok bagi kegiatan-kegiatan ekonominya sendiri.mereka mungkin tidak hanya menyerap pendapatanya,tetapi juga memberi insentif untuk meningkatkanya.

  1. Perinsip konsumsi dalam islam

Menurut Al Quran segala anugarah Allah adalah milik semua manusia. Suasana yang menyebabkan sebagian diantara Anugrah-anugrah ditangan orang tertentu tidk berarti bahwa mereka dapat memanfaatkan anugarh tersebut untuk mereka sendiri.orang lain masih berhak untuk menikmati anugrah-anugrah yang diberikan oleh Allah SWT, walaupun mereka mereka tidak memperolehnya.dalam alquran Allah SWT mengutuk dan membatalkan argumen yang dikemukakan oleh orang kaya yang kikir.

Selain itu,perbuatan untuk memanfaatkan atau mengkonsumsi barang-barang yang baik itu sendiri dinggap sebagai kebaikan dalam islam.sebab kenikmatan yang diciptakan allah swt untuk manusia adalah ketaatan kepada-Nya yang berfirman  nenek moyang manusia,yaitu adam dan hawa,sebagaimana tercantum dalam al quran.

يَاأَيُّهاَ النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي اْلأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ   

Artinya :

 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Etika Ekonomi Islam berusaha untuk mengurangi kebutuhan material yang luar biasa sekarang ini,untuk mengurangi energi manusia dalam mengejar cita-cita tertinggi manusia dalam hidup.tetapi semangat modern dunia barat sekalipun tidak merendahkan nilai kebutuhan akan kesempurnaan batin,namun rupanya telah mengalihkan tekanan kearah perbaikan kondisi-kondisi kehidupan material.

Ø  Perinsip Keadilan

Syarat ini mengandung arti ganda yang penting mengenai upaya mencari rejeki secara halal dan juga tidak dilarang hukum.dalam hal makanan dan minuman,yang dilarang adalah darah, daging binatang yang telah mati  sendiri,daging babi,daging yang saat disembelih diserukan nama selailain Allah.

 

Sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/