Definisi Kosmologi dan Pengaruh Al-Qur’an dalam Kosmologi

Definisi Kosmologi dan Pengaruh Al-Qur'an dalam Kosmologi

Definisi Kosmologi dan Pengaruh Al-Qur’an dalam Kosmologi

Definisi Kosmologi dan Pengaruh Al-Qur'an dalam Kosmologi
Definisi Kosmologi dan Pengaruh Al-Qur’an dalam Kosmologi

Definisi Kosmologi

Kosmologi atau dalam bahasa inggrisnya “cosmology” adalah gabungan dari dua kata yaitu “cosmo” dan “logos” yang berasal dari bahasa Yunani. “cosmo” berarti alam semesta atau dunia yang teratur, dan “logos” berarti ilmu dengan maksud penyelidikan atau asas-asas rasional. Dengan demikian Kosmologi adalahsatu kajian berkenaan evolusi dan struktur alam semesta yang teratur yang ada masa kini. Kamus Webster pula mentakrifkan Kosmologi sebagai teori atau falsafah mengenai wujud alam semesta, kamus Oxford dengan ringkas menyebutnya sebagai sains dan teiri alam semesta. Kosmologi berkaitan dengan pandangan dunia (world view). Hal ini karena kajian mengenai pandangan dunia merupakan suatu percobaan untuk mengkaji bagaimana suatu kelompok manusia memandang alam natural dan alam supernatural, serta masyarakatnya dan diri mereka sendiri (Abdul Rahman,1995:1). Jika di Barat pemikiran mengenai Kosmologi bermula di Yunani, maka di Timur ada China, India, dan Persia yang mempunyai saham besar dalam mencirikan Kosmologi.

Kesulitannya

Kesulitan eksperimen untuk memapankan sebuah teori Kosmologi, sampai pada abad pertengahan hipotesis dasar Kosmologi lahir dari pemahaman dari pemikiran manusia tempo dulu, mitos, pengataman yang terbatas, dan teologi. Teologi menjadi sumber yang paling banyak berkontribusi.

Mitos misalnya, ada kosmologi bangsa viking yang terkenal (yang kemudian menjadi basis dasar Tolkien dalam membangun dunia fantasi middle-earth-nya), atau bagaimana kepercayaan bangsa maya tentang penciptaan alam semesta. Dari teologi, hampir seluruh agama menyertakan cerita alam semesta; Hindu, Budha, Kristen, Yahudi, dan Islam. Setelah sains berkembang dan teknologi memadai, baru kemudian pengamatan secara signifikan berkontribusi pada Kosmologi.

Pengaruh Al-Qur’an dalam Kosmologi

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, Al-Quran memperlakukan seluruh apa yang diciptakan sebagai tanda (sign), ayat. Hal ini termasuk alam semesta dan semua yang ada di dalamnya. Menurut definisinya, ayat merujuk kepada sesuatu selain dirinya sendiri. Dengan demikian, jika dilihat dari perspektif Al-Quran, alam semesta dan semua yang ada di dalamnya merupakan tanda-tanda Sang Pencipta yang diciptakan melalui perintah sederhana: Jadilah (be, kun) (QS. 36:82). Meskipun Al-Quran memberikan penjelasan yang sangat spesifik mengenai penciptaan kosmos, ia tidak memberitahu kita dengan apa dibuatnya atau kapan. Selain itu, penting untuk diingat bahwa alam semesta menurut Al-Quran bukan hanya materi fisik yang terdiri dari bintang-bintang, planet dan entitas fisik lainnya; tetapi juga mencakup kosmos spiritual yang dihuni oleh entitas nonfisik. Kosmos nonfisik itu terdiri dari tingkat-tingkat eksistensi yang tak terhitung dan jauh lebih unggul dari alam fisik yang menempati posisi relatif rendah dalam tingkat eksistensi.

Perspektif Al-Qur’an

Dalam perspektif Al-Quran tentang penciptaan alam fisik dapat diringkas sebagai berikut: alam semesta diciptakan Tuhan untuk suatu tujuan. Setelah menciptakan alam semesta dan semua yang terkandung di dalamnya, Tuhan tidak meninggalkannya; karena kenyataannya seluruh ciptaan selalu membutuhkan Tuhan; tanpa cinta-Nya kosmos tidak bisa eksis. Pada saat sebelum mewujudnya suatu momen, kepastian pengetahuan tetap berada pada Tuhan. Segala sesuatu yang ada di dunia akan binasa. Hal ini akan diikuti dengan kebangkitan dan kehidupan jenis baru di bawah seperangkat hukum yang sama sekali baru.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/