Disdik Bangun 5 SMK Boarding Berbasis Pesantren di 2016

Disdik Bangun 5 SMK Boarding Berbasis Pesantren di 2016

Disdik Bangun 5 SMK Boarding Berbasis Pesantren di 2016

Disdik Bangun 5 SMK Boarding Berbasis Pesantren di 2016
Disdik Bangun 5 SMK Boarding Berbasis Pesantren di 2016

Dinas Pendidikan Jawa Barat (Jabar) telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan

mutu pendidikan di tahun 2015. Dengan begitu, bisa sejalan bersama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang ditargetkan Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan.
Hari Guru 2015
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
AKRAB: Sekda Jabar Iwa Karniwa dan para guru, serta Ketua PGRI Jabar Edi Parmadi (kanan) usai apel di Gedung Sate, Rabu (25/11).

’’Langkah (strategi) ini terus kita dorong sesuai dengan program yang dicanangkan Pemprov Jabar,

agar terus meningkatan mutu kualitas pendidikan,” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dr H Asep Hilman MPd saat jumpa pers peringatan HGN dan laporan kinerja Disdik Jabar tahun 2015, di Hotel Aston, Pasteur, kemarin (25/11).

Dia menjelaskan, program-program berkelanjutan seperti pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan peningkatan kualitas guru melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) menjadi salah satu cara yang ditempuh, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jabar. Selain itu, beberapa program inovasi juga akan dilakukan di tahun 2016. Dengan membangun sekolah kejuruan di berbagai kabupaten/kota di Jabar. Bahkan, pihaknya akan segera membangun SMK berbasis pesantren, sehingga bagi siswa berdomisili jauh dari daerah perkotaan bisa menginap di asrama.

Dirinya menyebut, pembangunan SMK Boarding tersebut akan dilakukan pada 2016 ini.

Dengan target pembangunan 5 SMK berbasis pesantren. Selain itu, seiring dengan rencananya alih fungsi kewenangan SMA/SMK yang akan dikelola oleh provinsi pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai persiapan yang mendasar. Yaitu, akan membuat regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Intensifikasi Muatan Lokal dengan menekankan pendidikan budaya dan Bahasa Daerah, Penanganan personel tenaga pengajar yang akan menjadi tanggung jawab provinsi. Termasuk, rencana pengaggaran biaya operasional SMA/SMK tersebut.

Selain itu, bentuk lain dalam program pembinaan terhadap Pendidikan khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK) terus dilakukan. Di antaranya dengan penyediaan berbagai fasilitas baik sarana dan tenaga pengajarnya. Kemudian, disdik juga akan mengembangkan sekolah berbasis digital sebagai program inovasi.

Asep menambahkan, pengembangan lainnya yaitu dengan mendorong lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Sebab, melalui lembaga ini bisa langsung mencetak tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dilapangan pekerjaan

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-pertempuran-medan-area/