Gambaran Umum Bank Garansi
Agama

Gambaran Umum Bank Garansi

Gambaran Umum Bank Garansi

Gambaran Umum Bank Garansi
Gambaran Umum Bank Garansi

Definisi Bank Garansi

Secara etimologi, bank garansi terdiri dari dua kata, yaitu bank dan garansi (jaminan). Bank menurut pengertian umum dapat diartikan sebagai tempat untuk menyimpan dan meminjam uang. Namun, pada masa sekarang pengertian bank telah berkembang sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan sektor perekonomian di Indonesia yang semakin cepat.[8] Sedangkan istilah jaminan. (garansi) berasal dari kata jamin yang berarti tanggung, sehingga jaminan dapat diartikan sebagai tanggungan.

Banyak definisi tentang bank garansi, walaupun substansinya tetaplah sama. Bank garansi adalah surat jaminan yang diterbitkan oleh bank untuk menjamin pihak ketiga atas permintaan nasabah sehubungan dengan transaksi ataupun kontrak yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Menurut surat edaran Bank Indonesia, bank garansi adalah jaminan yang diberikan kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang dijamin kepada pihak ketiga dimaksud.[12] Sedangkan menurut Teguh Priyanto, bank garansi adalah janji tertulis yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga dimana bank menyatakan sanggup memenuhi kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga dimaksud, apabila pada suatu waktu tertentu yang telah ditetapkan pihak yang dijamin (nasabah) tidak memenuhi kwajibannya.

Sedangkan menurut Muhamad Djumhana, bank garansi atau garansi bank adalah jaminan yang diberikan oleh bank, maksudnya bank menyatakan suatu pengakuan tertulis yang isinya menyetujui mengikat diri kepada penerima jaminan dalam jangka waktu dan syarat-syarat tertentu, apabila di kemudian hari ternyata si terjamin tidak memenuhi kewajibannya kepada si penerima jaminan. Sedang menurut Islamic Banking, bank garansi adalah jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kwajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang dijamin kepada pihak ketiga dimaksud.

Definisi lainnya

bank garansi adalah garansi yang diterbitkan secara tertulis oleh bank yang mengakibatkan kewajiban membayar terhadap pihak yang menerima garansi apabila pihak yang dijamin (nasabah) wanprestasi dimana jenis akad yang digunakan adalah kafalah.

Dari berbagai macam definisi yang dikemukakan oleh para pakar di atas, dapat disimpulkan bahwa bank garansi adalah jaminan yang diberikan oleh bank berupa terbitan garansi secara tertulis kepada pihak penerima jaminan (pihak ketiga) atas pemenuhan kewajiban tertentu, dimana bank meyatakan sanggup memenuhi kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga dimaksud, apabila pada suatu waktu tertentu yang telah ditetapkan pihak yang dijamin (nasabah/pihak kedua) tidak memenuhi kewajibannya.

Biasanya transaksi atau proyek dalam nilai yang besar mempersyaratkan penyertaan Jaminan Bank (Bank Guarantee). Untuk memenuhi kebutuhan bisnis ini, pihak bank dapat mengeluarkan Bank Garansi/Standby LC. Dalam mengajukan bank garansi dapat dipilih jenis bank garansi yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Bank garansi merupakan perjanjian bersyarat sehingga menimbulkan kewajiban finansial bagi bank. Bank garansi juga dapat berupa suatu fasilitas kredit non cash loan yang diberikan bank kepada debiturnya dan atau pihak lainnya yang disetujui oleh debitur dimana bank menyatakan sanggup memenuhi kewajiban-kewajiban dari pihak yang dijamin kepada pihak ketiga sebagai penerima bank garansi, apabila pada suatu waktu tertentu yang telah ditetapkan pihak yang dijamin tersebut tidak memenuhi kewajiban-kewajiban (wanprestasi).

Bank garansi terjadi jika bank selaku penanggung diwajibkan untuk menanggumg pelaksanaan pekerjaan tertentu, atau menanggung dipenuhinya pembayaran tertentu kepada kreditur. Hal demikian bisa jumpai dalam praktek pekerjaan pemborongan bangunan dalam bentuk-bentuk khusus yang disebut tender garansi (tender bond), atau jaminan penawaran, juga dalam bentuk perfomance bond atau jaminan pelaksanaan pekerjaan.

Alasan-Alasannya

Penanggungan sebagai lembaga jaminan banyak digunakan dalam prakteknya karena alasan-alasan sebagai berikut:

a. Si penanggung mempunyai persamaan kepentingan ekonomi di dalam usaha dari si peminjam (ada hubungan kepentingan antara penjamin dan peminjam)
b. Penanggungan memegang peranan penting dan banyak terjadi dalam bentuk Bank Garansi, dimana yang bertindak sebagai penanggung/borg adalah bank. Dengan ketentuan bahwa:
1) Bank mensyaratkan ada provisi dari debitur untuk perutangan kepada siapa ia mengikatkan diri sebagai borg.
2) Bank mensyaratkan adanya sejumlah uang/deposito yang disetorkan pada bank.
c. Penanggungan juga mempunyai peranan penting karena dewasa ini lembaga-lembaga pemerintah lazim mensyaratkan adanya penanggungan untuk kepentingan pengusaha-pengusaha kecil, misalnya untuk pertanian (institutionele borgtocht).

Baca Juga: