GenBest Cegah Peningkatan Jumlah Penderita Stunting di Kediri Melalui Kesadaran Kaum Milenial

GenBest Cegah Peningkatan Jumlah Penderita Stunting di Kediri Melalui Kesadaran Kaum Milenial

GenBest Cegah Peningkatan Jumlah Penderita Stunting di Kediri Melalui Kesadaran Kaum Milenial

GenBest Cegah Peningkatan Jumlah Penderita Stunting di Kediri Melalui Kesadaran Kaum Milenial
GenBest Cegah Peningkatan Jumlah Penderita Stunting di Kediri Melalui Kesadaran Kaum Milenial

Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (GenBest) menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi milenial di Kediri agar mereka memahami permasalahan kesehatan. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah peningkatan jumlah penderita stunting.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo RI, Wiryanta mengatakan, pihaknya melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia selaku koordinator kampanye nasional penurunan prevalensi stunting menyelenggarakan (GenBest)

Baca Juga:

Pemerintah Bojonegoro Diminta Serius Atasi Masalah Stunting
Begini Cara Pemkab Malang Atasi Stunting
Stunting di Kabupaten Probolinggo Tinggi, Ini Penyebabnya
Cegah Stunting? Jangan Beri Anak Serut Pisang Berlebih

Menurut Wiryanta, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis

dan infeksi berulang pada periode 1.000 hari pertana kehidupan (HPK). Lebih tepatnya, sejak janin hingga anak berusia 24 bulan (2 tahun) yang sudah menjadi permasalahan global.

“Oleh karenanya, generasi milenial terutama, para remaja putri sudah sepatutnya mendapatkan akses informasi dan edukasi mengenai stunting,” katanya di Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (GenBest), di Viva Hotel Kediri, Selasa (9/7/2019).

Di samping itu, imbuhnya, saat ini masih banyak remaja yang tidaj memperhatikan kebutuhan gizinya, serta menjalankan diet tanpa mementingkan asupan gizi. Pada akhirnya, kondisi ini memicu terjadinya kurang darah atau anemia.

“Anemia ini bisa memperburuk kondisi dan jika gizi remaja putri tidak diperbaiki

, maka pada masa depan akan banyak calon ibu hamil yang kekurangan energi kronis, sehingga bakal memperbesar risiko anak yang dilahirkan terkena stunting,” katanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Kediri merupakan salah satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting pada tahun 2019. Bahkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, angka prevalensi stunting pada balita di Kediri mencapai 35,07 persen.

“Ada sepuluh desa prioritas di Kediri, antara lain Pakelan, Kemasan, Bawang, Singonegaran,

Blabak, Bangsal, Dandangan, Bujel, Ketami, dan Tinalan,” katanya.

Melalui Forum Sosialisasi GenBest, para peserta yang meliputi perwakilan siswa dan siswi SMA dan SMK, perwakilan mahasiswa, dan mahasiswi, maupun Sekolah Tinggi di Kediri, dan anggota komunitas pemuda memperoleh edukasi tentang stunting. Mereka diberikan wawasan seputar pemenuhan gizi yang seimbang dan bagaimana menjalani pola hidup bersih dan sehat.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?MerekTerbaik