Pendidikan

Hubungan Bilateral

Hubungan Bilateral

Dalam kerangka hubungan internasional, terdapat interaksi dan hubungan antar negara baik yang dilakukan oleh aktor-aktor negara maupun non-negara. Bilamana suatu negara berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhannya hanya dengan mengandalkan sumber daya sendiri, maka berhubungan dan bekerja sama dengan negara lain yang secara sumber daya sangat lebih, sangatlah penting manfaatnya dalam hal tukar menukar barang maupun jasa serta sumber daya dengan prinsip saling menopang satu sama lain. Hubungan yang dibangun terdiri dari berbagai bidang tergantung kebutuhan kedua negara bersangkutan. Misalnya, hubungan di bidang perpolitikan, perdagangan, kebudayaan, pendidikan dan pertahanan-keamanan.

Dalam interaksi antar negara terdapat hubungan pengaruh dan respon. Pengaruh dapat langsung ditujukan pada sasaran, tetapi dapat juga merupakan limpahan dari suatu tindakan tertentu. Apapun alasannya, negara yang menjadi sasaran pengaruh yang langsung maupun tidak langsung, harus menentukan sikap melalui respon, manifestasi dalam hubungan dengan negara lain untuk mempengaruhi atau memaksa pemerintah negara lainnya agar menerima keinginan politiknya.[1]

Bentuk-bentuk interaksi dapat dibedakan berdasarkan banyaknya pihak yang melakukan interaksi, intensitas interaksi serta pola interaksi yang terbentuk. Dalam hubungan internasional, interaksi antar aktor dapat dikenali karena intensitas keberulangannya sehingga membentuk suatu pola tertentu. Secara umum bentuk reaksi dari suatu negara terhadap negara lain dapat berupa akomodasi (accommodate), mengabaikan (ignore), berpura-pura seolah-olah informasi/pesan dari negara lain belum diterima (pretend), mengulur-ngulur waktu (procastinate), menawar (bargain), dan menolak (resist) aksi dari negara lain.[2]

Bentuk-bentuk interaksi berdasarkan banyaknya pihak yang melakukan hubungan antara lain dibedakan menjadi hubungan bilateral, trilateral, regional, dan multilateral internasional. Adapun yang dimaksud dengan hubungan bilateral adalah keadaan yang menggambarkan adanya hubungan yang saling mempengaruhi atau terjadinya hubungan timbal balik antar dua pihak. Pola-pola yang terbentuk dari proses interaksi, dilihat dari kecenderungan sikap dan tujuan pihak-pihak yang melakukan hubungan timbal balik tersebut dibedakan menjadi pola kerja sama, persaingan dan konflik.

Rangkaian pola hubungan aksi reaksi ini meliputi proses sebagai berikut.

  1. Rangsangan atau kebijakan aktual dari negara yang memprakarsai.
  2. Persepsi dari rangsangan tersebut oleh pembuat keputusan di negara penerima.
  3. Respon atau aksi balik dari negara penerima.
  4. Persepsi atau respon oleh pembuat keputusan dari negara pemrakarsa.

            Di tengah arus globalisasi yang berhasil mendobrak tabu kultural dan sekat geografis, sangat memungkinkan untuk terjadinya hubungan antar negara secara luas. Dalam hubungan tersebut, tidak hanya antara suatu negara dengan negara lain yang secara geografis berdekatan, tetapi juga dengan negara-negara lain yang berjauhan karena tingkat urgensitas kebutuhan yang memerlukan akses lintas negara. Apalagi kemajuan di bidang teknologi komunikasi, informasi dan transportasi di abad modern ini sangat pesat, sehingga hubungan yang dibangun menjadi lebih efektif, efisien dan produktif.

sumber :