Pendidikan

Jaman Pendudukan Jepang 1941 – 1945

Jaman Pendudukan Jepang 1941 – 1945

1 (satu) tahun sejak masa pendudukan Jepang, Jepang menyadari bahwa :

  1. Perlu melalui orang Tionghoa, dengan menggunakan bahasa kanji, untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat umum.
  1. Perlu orang-orang Tionghoa untuk menggerakkan kembali ekonomi perang Jepang di Indonesia. Penguasa Jepang membuat politik resnifikasi seluruh orang Tionghoa, antara lain dengan jalan mewajibkan semua orang Tionghoa, yang dulunya berpendidikan barat, harus kembali belajar bahasa Mandarin.
  1. Jepang membentuk organisasi tunggal dikalangan orang-orang Tionghoa, dengan nama ‘Hwa Chiao Chung Hui’.
  1. Jaman Revolusi s/d Indonesia Merdeka

Dibagi menjadi 4 (empat) sub periode, yaitu :

  1. Jaman Revolusi Pertahankan Kemerdekaan 1945 – 1949.

Banyak orang Tionghoa yang mendukung Revolusi Indonesia dan aktif terjun didalam gerakan perjuangan, disamping ada juga yang memihak kepada Kolonial Belanda.

Banyak terjadi kerusuhan anti Tionghoa, berupa perampokan, pembakaran, pemerkosaan dan pembunuhan oleh Extreemist diberbagai tempat, terutama di Jawa dan Sumatera.

  1. Jaman Kepemimpinan Presiden Soekarno 1950 – 1965

Dalam bidang Politik, orang Tionghoa mempunyai kedudukan yang sama dengan orang Indonesia pada umumnya, sehingga banyak orang Tionghoa duduk dalam Parpol, DPR, bahkan dalam pemerintahan sebagai Menteri.  Tetapi, dalam bidang ekonomi banyak terjadi usaha-usaha diskriminasi, misalnya dibentuknya : Group Benteng, Gerakan Asa’ad, PP10, Kerusuhan Mei di Bandung (Jawa Barat), dll.

  1. Jaman Kepemimpinan Presiden Suharto 1965 – 1998

Dalam bidang politik, orang Tionghoa disingkirkan sama sekali dari kemungkinan bergiat dalam bidang politik.  Sebaliknya dalam bidang Ekonomi, karena keperluan menggerakan investasi umumnya, orang-orang Tionghoa digunakan dan dimanfaatkan yang berakhir terwujudnya Konglomerasi.

  1. Era Reformasi

Sejak kekuasaan Suharto tumbang di tahun 1998, dalam jangka waktu 7 (tujuh) tahun era reformasi ini, terjadi banyak perubahan- menuju kemajuan-kemajuan.  3 (tiga) pilar utama untuk menyangga eksistensi orang-orang Tionghoa di Indonesia yaitu :

  1. Organisasi-Organisasi ke-Tionghoa-an.
  2. Koran-Koran berbahasa Mandarin.
  3. Sekolah-sekolah yang juga mengajarkan bahasa Mandarin, mulai tumbuh kembali.

Dari analisa tentang sejarah masa lalu itu, dikembangkan konsep penyelesaian ‘masalah’ Tionghoa di Indonesia untuk masa-masa datang.  Untuk itu akan disampaikan Visi, Misi dan Program dasar dari sebuah organisasi Indonesia Tionghoa yang bersifat ‘Nation Wide’, menyangkut masalah-masalah ini.

sumber :