Jumlah Uang yang Beredar
Pendidikan

Jumlah Uang yang Beredar

Jumlah Uang yang Beredar

Jumlah Uang yang Beredar
Bagian pertama dari teori preferensi likuiditas adalah jumlah uang yang beredar.  Bank sentral biasanya mengubah jumlah uang yang beredar terutama dengan mengubah jumlah cadangan dalam sistem perbankan melalui pembelian dan penjualan obligasi pemerintah dalam operasi pasar terbuka. Apabila bank sentral membeli obligasi pemerintah, uang yang dibayarkan untuk obligasi tersebut biasanya disimpan di bank-bank dan ditambahkan ke dalam cadangan bank. Apabila bank sentral menjual obligasi pemerintah, uang yang diterima dari obligasi tersebut ditarik dari sistem perbankan dan cadangan bank berkurang. Perubahan cadangan bank ini lantas menimbulkan perubahan kemampuan bank untuk memberikan pinjaman dan menciptakan uang.
Karena ditetapkan oleh kebijakan bank sentral, jumlah uang yang beredar tidak bergantung pada variabel – variabel ekonomi lainnya. Secara kursus jumlah uang yang beredar tidak bergantung pada suku bunga. Setelah bank sentral memutuskan kebijakannya, jumlah uang yang beredar tidak berubah, tanpa memandang suku bunga yang berlaku.
Bagian kedua teori preferensi likuiditas adalah permintaan uang. Sebagai langkah awal dalam memahami permintaan uang, ingat kembali bahwa likuiditas segala asset adalah kemudahan asset tersebut diubah menjadi alat pertukaran dalam perekonomian. Uang merupakan alat pertukaran dalam perekonomian sehingga sesuai dengan definisinya merupakan asset paling likuid yang tersedia. Likuiditas yang menjelaskan permintaan uang. Orang lebih memilih untuk memiliki uang daripada asset lain yang memberikan tingkat hasil lebih tinggi karena uang dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa.
Faktor yang digaris bawahi oleh teori preferensi adalah suku bunga. Alasannya adalah suku bunga merupakan biaya kesempatan untuk memiliki uang.

2.1.3 Keseimbangan dalam Pasar Uang

Ada jenis suku bunga yang disebut dengan suku bunga  keseimbangan yang menyebabkan jumlah permintaan uang tepat seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Apabila suku bunga berada di tingkat lain, orang akan berusaha menyesuaikan portofolio asset mereka sehingga mendorong suku bunga ke titik keseimbangannya.
Sebagai contoh, misalkan bahwa suku bunga berada di atas titik keseimbangan, misalnya r1 pada figur 1. Disini, jumlah uang yang ingin dipegang oleh masyarakat,  Md1, lebih kecil daripada jumlah uang yang ditetapkan oleh bank sentral. Mereka yang memiliki bunga surplus uang akan berusaha untuk menghabiskannya dengan membeli obligasi berbunga atau dengan menyimpannya untuk memperoleh bunga. Karena pihak Penerbit surat berharga dan bank-bank lebih suka untuk membayar suku bunga yang lebih rendah, mereka merespons surplus uang ini dengan menurunkan suku bunga yang mereka tawarkan.  Pada saat suku bunga turun, biasanya masyarakat menjadi lebih bersedia untuk memegang uang sampai ketika suku bunga keseimbangan, mereka puas karena memiliki jumlah tepat uang yang dibuat oleh bank sentral.
Sebaliknya, pada saat suku bunga di bawah titik keseimbangan seperti r2 pada figur 1, jumlah uang yang ingin dipegang oleh masyarakat, Md2 lebih besar daripada jumlah penawaran oleh bank sentral.

sumber :
https://islamuswest.org/2020/06/11/seva-mobil-bekas/