Kemiringan ke Bawah Kurva Permintaan Agregat
Pendidikan

Kemiringan ke Bawah Kurva Permintaan Agregat

Kemiringan ke Bawah Kurva Permintaan Agregat

Kemiringan ke Bawah Kurva Permintaan Agregat
Secara khusus, kita anggap bahwa tingkat harga keseluruhan dalam perekonomian mengalami kenaikan. Apa yang terjadi dengan suku bunga yang menyeimbangkan penawaran dan permintaan uang, dan bagaimana perubahan itu mempengaruhi jumlah permintaan barang dan jasa? Tingkat merupakan satu penentu jumlah permintaan uang. Pada harga lebih tinggi, uang yang dipertukarkan semakin banyak setiap kali barang atau jasa dijual. Akibatnya, orang akan memilih untuk memiliki lebih banyak uang. Artinya, tingkat harga yang lebih tinggi menaikkan jumlah permintaan pada setiap suku  bunga yang berlaku. Oleh karena itu, kenaikan tingkat harga dari P1 menjadi P2 menggeser kurva permintaan ke kanan dari MD¬1 menjadi MD¬2, seperti terlihat pada panel (a) Figur 2.
Agar jumlah uang yang beredar tidak berubah, suku bunga harus naik untuk menyeimbangkan jumlah uang yang beredar dan permintaan uang. Tingkat harga yang lebih tinggi menaikkan jumlah uang yang ingin dimiliki oleh masyarakat dan menggeser kurva permintaan uang ke kanan. Namun, karena jumlah uang yang beredar tidak berubah sehingga suku bunga harus naik dari r¬1 menjadi r2 untuk mencegah permintaan tambahan.
Kenaikan suku bunga ini tidak hanya mempengaruhi pasar uang, tetapi juga jumlah permintaan barang dan jasa, seperti terlihat pada panel (b).
Menyebabkan permintaan uang naik MD1 menjadi MD2 dan suku bunga dari r1 menjadi r2, jumlah permintaan barang dan jasa turun dari Y1 menjadi Y2 dengan demikian analisis penggaruh suku bunga dapat dirangkum menjadi 3 langkah pertama, tingkat harga yang lebih tinggi menaikan permintaan uang, kedua, permintaan uang lebih tinggi menyebabkan suku bunga menjadi lebih tinggi. (3) suku bunga yang lebih tinggi mengurangi permintaan barang dan jasa tentu saja, logika yang sama berlaku untuk kondisi sebaliknya. Tingkat harga yang lebih rendah menurunkan permintaan uang yang menyebabkan menjadi lebih rendah dan kemudian meningkatkan jumlah barang dan jasa. Hasil akhir analisis ini adalah hubungan negatif antara tingkat harga dan jumlah permintaan barang dan jasa yang diilustrasikan oleh kurva permintaan agregat yang miring kebawah.

2.1.5 Perubahan Jumlah Uang yang Beredar

Kita telah menggunakan teori preferensi likuiditas untuk menjelaskan bagaimana jumlah keseluruhan permintaan barang dan jasa dalam perekonomian berubah seiring dengan berubahnya tingkat harga. Artinya, kita mengamati pergerakan di sepanjang kurva permintaan agregat yang miring ke bawah. Namun, teori ini juga menjelaskan beberapa peristiwa lain yang mengubah jumlah permintaan barang dan jasa. Setiap jumlah permintaan barang dan jasa berubah pada tingkat harga tertentu, kurva permintaan agregat pun bergeser.
Satu variabel penting yang menggeser kurva permintaan agregat adalah kebijakan moneter. Seperti diperlihatkan pada panel (a) Figur 3, kenaikan jumlah uang yang beredar menggeser kurva jumlah uang yang beredar ke kanan dari MS1 menjadi MS¬2¬. Karena kurva permintaan uang belum berubah, suku bunga turun dari r1 menjadi r1 untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan uang. Artinya, suku bunga harus turun agar orang memiliki uang tambahan yang dibuat oleh bank sentral.

baca juga :