Perkebunan

    Kultur Embrio Muda (Immature Embryo Culture)

    Kultur Embrio Muda (Immature Embryo Culture)

Tujuan mengkulturkan embrio muda ini adalah menanam embrio yang terdapat pada buah muda sebelum buah tersebut gugur (mencegah kerusakan embrio akibat buahgugur) sehingga teknik ini disebut sebagai Embryo Rescue (Penyelamatan Embrio).Kondisi seperti ini biasanya sering dijumpai pada buah hasil persilangan, dimana absisi buah kerap kali dijumpai setelah penyerbukan dan pembuahan. Contohnya adalah pada persilangan anggrek Vanda spathulata dimana absisi atau gugur buah pada saat buahmasih muda yaitu setelah berumur 3 bulan setelah persilangan padahal buah anggrek

Vanda spp. akan mengalami masak penuh setelah berumur 6 bulan. Apabila buah initidak diselamatkan atau dipetik dan kemudian dikecambahkan maka tidak akan diperoleh buah hasil persilangan. Perkecambahan biji yang masih muda di lapangan sangat sulit bahkan pada beberapa kasus hampir tidak mungkin bisa terjadi. Oleh karena itu, buahyang belum tua (2 – 4 bulan) pada anggrek Vanda tersebut kemudian dipanen dandikecambahkan secara in-vitro.Budidaya embrio muda ini lebih sulit dibandingkan dengan budidaya embrio yangtelah dewasa. Embrio yang terdapat dalam biji belum sepenuhnya berkembang dan belummembentuk radicula dan plumula yang sempurna. Selain itu, biji velum memilikiendosperm atau cadangan makanan yang memadai dalam mendukung perkembangan dan perkecambahan embrio. Oleh karena itu, perlu disediakan media kultur yang memadai bagi perkembangan embrio muda ini. Pada beberapa kasus kadangkala dijumpai embriomasih dorman sehingga perlu ditambahkan hormon tanaman yang bisa memecahkandormansi biji ini, misalnya Giberellin.

  1. Kultur Embryo Dewasa (Mature Embryo Culture)

Kultur embrio dewasa dilakukan dengan membudidayakan embrio yang telahdewasa. Embrio ini diambil dari buah yang telah masak penuh dengan tujuan merangsang perkecambahan dan menumbuhkan embrio tersebut secara in-vitro. Teknik kultur iniumumnya dikenal dengan sebutan Kultur Embrio (Embryo Culture). Kultur embrio lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan penyelamatan embrio. Hal ini disebabkan karena embrio yang ditanam adalah embrio yang telah berkembang sempurna sehingga media tanaman yang digunakan juga sangat sederhana.

3.3  Faktor yang Mempengaruhi Teknik Kultur Embrio

Faktor yang mempengaruhu kesuksesan kultur embrio adalah:

1.Genotipe

Pada suatu spesies, embrio mudah diisolasi dan tumbuh, sementara pada tanaman lain agak lebih susah.

2.Tahap (stage) embrio diisolasi

Pada tahapan yang lebih besar (lebih tinggi) lebih baik bila dilakukan pengisolasian embrio.

3.Kondisi tumbuhan

Sebaiknya ditumbuhkan di rumah kaca/ kondisi terkontrol. Embrio harus cukup besar dan berkualitas tinggi.

4.Kondisi media

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/xiaomi-akan-luncurkan-smartphone-android-one-pertamanya/