LANGKAH METODE ILMIAH

LANGKAH METODE ILMIAH

LANGKAH METODE ILMIAH

LANGKAH METODE ILMIAH
LANGKAH METODE ILMIAH

Unsur utama metode ilmiah ada empat langkah yaitu sebagai berikut:

(1) Karakterisasi (Pengamatan dan Pengukuran)

Proses ini melibatkan proses penentuan dan observasi, observasi yang dimaksud memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

(2) Hipotesis
Hipotesis adalah penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran. Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis.

Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen:

  • Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas.
  • Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas.
  • Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

 

Eksperimen

Eksperimen dirancang untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

 

Menyimpulkan hasil eksperimen

Proses ilmiah merupakan suatu proses yang berulang. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen tersebut atau hipotesis yang mendasarinya. Sering kali eksperimen dalam proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.

METODE ILMIAH DALAM MENJAWAB PERTANYAAN ILMIAH

Menurut Mc Cleary (1998) cara untuk memperoleh suatu kebenaran pada sebuah metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis dan riil.

Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkan jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus dilakukan secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab dan terselesaikan berdasarakan fakta yang valid.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11143-campuran-homogen-heterogen-dan-macamnya