Maghrib atau Magrib

Maghrib atau Magrib

Maghrib atau Magrib

Maghrib atau Magrib
Maghrib atau Magrib

Bahasa itu bersifat dinamis. Bahasa selalu berkembang dari waktu ke waktu. Begitu pula dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan bertambahnya kosakata-kosakata baru. Sudah kita ketahui bahwa sebagian besar kosakata dalam bahasa Indonesia adalah hasil serapan dari bahasa lain, entah itu bahasa asing ataupun bahasa daerah.

Salah satu kosakata bahasa asing yang banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Masyarakat sering keliru dalam menulis kosakata hasil serapan dari  bahasa Arab. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah terbiasa dengan lafaz bahasa Arab yang digunakan secara lisan. Contohnya adalah penulisan kata antara maghrib dan magrib yang mengacu pada pengertian waktu ketika matahari tenggelam.

Pada umumnya masyarakat masih menggunakan kata maghrib. Kata ini sering sekali ditemukan pada layar televisi, papan pengumuman masjid, bahkan pada buku-buku bacaan. Padahal menurut aturan kebahasaan, penggunaan kata maghrib menyalahi aturan penyerapan bahasa Indonesia. Jika menyalahi aturan kebahasaan, jelas kata maghrib merupakan kata yang tidak baku.

Mengapa kata maghrib menyalahi aturan penyerapan bahasa Indonesia? Jawabannya adalah karena dalam aturan penyerapan bahasa Indonesia, huruf gain  dalam bahasa Arab diserap menjadi huruf g(bukan gh) dalam bahasa Indonesia. Jadi, kata maghrib yang menggunakan huruf gain tidak memerlukan huruf h lagi sehingga kata yang tepat untuk digunakan adalah magrib.

Sumber : https://vhost.id/car-parking-multiplayer-apk/