Mantan Panglima TNI Endriartono Kritisi Kondisi Bangsa

Mantan Panglima TNI Endriartono Kritisi Kondisi Bangsa

Mantan Panglima TNI Endriartono Kritisi Kondisi Bangsa

Mantan Panglima TNI Endriartono Kritisi Kondisi Bangsa
Mantan Panglima TNI Endriartono Kritisi Kondisi Bangsa

BANDUNG-Mantan Panglima TNI, Endriartono Sutanto menggelar silaturahmi

dengan kalangan media di Bandung. Dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Endriartono Sutanto menyampaikan kritisi atas kondisi bangsa saat ini.

Endriarto, dalam pertemuan tersebut mengatakan era reformasi menjadi ujung tombak dalam penyebaran informasi sehingga pers menjadi alat untuk pencerdasan bangsa.

Realita saat ini, media telah menjadi industri sehingga kini menjamur berbagai media termasuk diantaranya online, cetak dan elektronik. Menjamurnya media menyebabkan informasi mudah tersebar ke masyarakat.

Kondisi negara, saat ini banyak yang sudah dilakukan oleh Presiden

dari masa ke masa, tetapi masih ada yang belum maksimal sehingga dalam perhelatan Pemilu 2014, yang nantinya akan menghadirkan anggota legislative terpilih serta Presiden dan Wapres dituntut untuk menyelesaikan beberapa persoalan.

Persoalan yang harus diselesaikan, diantaranya masyarakat miskin yang menurut data terakhir mencapai 27 juta jiwa dengan pendapatan 1 dollar per hari. Dengan kondisi ini, kemiskinan di Indonesia berada dibawah standar internasional karena standar internasional sudah menetapkan hitungan angka penghasilan penduduk sebesar 2 dollar per hari .Dengan kondisi ini,masih menyisakan hal ironis karena disisi lain ada orang Indonesia yang masuk kategori daftar orang kaya di dunia.

Masalah berikutnya, korupsi masih merajalela sehingga pembangunan

di negara ini berjalan maju dengan lambat.

Di bidang pertanian, kepemilikan lahan minim padahal banyak tanah yang nganggur. Jika lahan tersebut dapat digarap maka setidaknya personalan kemiskinan secara bertahap dapat diatas.

Untuk kondisi Buruh, kondisi kondisi upah ada dalam kondisi murah sehingga banyak aksi demontrasi. Keadaan ini, disebabkan akibat beban perusahaan yang tinggi, sebagai akibat belum maksimalnya penertiban perizinan. (Nur)

 

Sumber :

https://scalar.library.yorku.ca/lawyer/circular-definition–types—functions—sections—examples?t=1560326783593