Menanam Buah Naga dalam Pot
Perkebunan

Menanam Buah Naga dalam Pot

Menanam Buah Naga dalam Pot

 

Menanam Buah Naga dalam Pot
Menanam Buah Naga dalam Pot

A. Sipat-sipat Tanaman Buah Naga

Tanaman buah naga memiliki dua jenis akar , yakni akar serabut dan akar gantung. Akar serabut terletak di bawah tanah , sedangkan akar gantung terletak di batang atas. Bentuk batang berpenampang segitiga , segiempat , atau segienam , dan berwarna hijau. Di setiap sisi batang terdapat duri kecil berwarna hitam. Sementara itu , bunganya mirip wijayakusuma. Bentuk buah naga sepintas mirip nanas , yakni terdapat jumbai-jumbai di kulitnya. Di dalam buah terdapat biji berukuran kecil dan tipis. Umur produktif buah naga 15—20 tahun.

B. Syarat Tumbuh Buah Naga

Tumbuh subur di dataran dengan ketinggian 50—200 m dpl.
Suhu yang diharapkan 26—36° C dan kelembapan 70—80% ,
Curah hujan sekitar 60 mm per bulan atau 720 mm per tahun. Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan justru dapat membuat buah naga mudah membusuk.

C. Jenis Buah Naga

Terdapat empat jenis buah naga yang ada di dunia , yakni sebagai berikut.
tabulampot buah naga
Hylocereus undatus. Kulit buah berwarna merah , daging buah berwarna putih , dan kadar kemanisannya paling rendah.
Hylocereus polyrhizus. Kulit buah berwarna merah , daging buah berwarna merah keunguan , dan kadar kemanisannya lebih manis dibandingkan dengan H. undatus.
Hylocereus costaricensis. Kulit buah berwarna merah , daging buahnya berwarna merah terperinci , kemanisannya mirip H. polyrhizus.
Selenicereus megalanthus. Kulit buah berwarna kuning , kemanisannya paling tinggi dibandingkan dengan jenis yang lain.

D. Bibit Buah Naga

Saat ini mulai banyak penjual bibit buah naga. Bayangkan saja , melalui setek batang saja , tanaman sudah mampu tumbuh. Namun , hati-hati dalam membeli bibit buah naga. Ada baiknya bibit tanaman buah naga dibeli dari penangkar terpercaya. Pasalnya , ada kasus yang melaporkan wacana seseorang yang membeli tanaman buah naga di festival tanaman.

Setelah dibeli dan dibawa pulang , tidak lama kemudian sang buah malah rontok dan tanaman pun layu. Setelah digali , ternyata penjual tanaman tersebut hanya memotong episode batang tanaman yang sedang berbuah , lalu ditancapkan dalam pot. Terbukti tidak ada perakaran tanaman. Makara , seolah-olah buah naga tumbuh dikala tanaman dipelihara dalam pot. Padahal ini yaitu trik penipuan yang merugikan pembeli.

Siapkan bibit buah naga , pot plastik ukuran diameter 45 cm , dan campuran media tanam berupa tanah , pasir , pupuk sangkar , dan kompos dengan perbandingan 1 : 2 : 3 : 1.
Berikan pecahan genting atau watu bata merah di episode dasar pot , lalu masukkan media tanam setelahnya sampai ketinggian setengah pot.

Tancapkan juga ajir atau tiang penyangga sebagai daerah merambat tanaman sedalam 30—50 cm ke dalam media tanam. Tiang penyangga mampu berupa tiang besi berbentuk segi empat atau tiang lingkaran dengan tinggi 1 ,5—2 meter. Sementara itu , di episode ujung tiang diberi besi melingkar dengan diameter sekitar 50—60 cm yang berfungsi sebagai daerah menompang anak cabang dan cabang tanaman.
Sobek polibag bibit secara hati-hati , lalu pindahkan tanaman beserta tanahnya sempurna di tengah pot. Usahakan tanaman menempel dengan daerah penyangga.
Tambahkan media tanam sampai ketinggian 2 cm mendekati bibir pot. Tekan media di sekitar bibir pot supaya padat , lalu siram tanaman sampai air keluar dari dasar pot.
Letakkan bibit di daerah yang mendapat sinar matahari sesuai kebutuhan tanaman buah naga.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/cara-mengawinkan-ikan-cupang/

F. Perawatan Harian Tabulampot Buah Naga

a. Pemupukan
Pupuk yang diberikan mampu berupa pupuk NPK 15 : 15 : 15 dengan dosis 2 sendok teh per tanaman. Agar pertumbuhan tanaman lebih optimal , tambahkan pula pupuk mikro Metalik konsentrasi 4 cc per liter air dengan dosis 3 liter per tanaman.
b. Penyiraman
Walaupun terbiasa di daerah yang kering , bukan berarti penyiraman buah naga tidak diperhatikan. Setidaknya , penyiraman mampu dilakukan tiga atau empat kali sehari , tergantung pada kondisi cuaca. Jika sedang demam isu penghujan , penyiram mampu dilakukan 7—10 hari sekali.
c. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk pembentukan cabang gres dan cabang produktif. Dengan pemangkasan dan pemupukan teratur , tanaman mulai berbunga dikala berumur 6 bulan. Setelah berbunga , 50 hari kemudian buah sudah mampu dipanen.
d. Penggantian Media
Penggantian media mutlak dilakukan untuk memaksimalkan produktivitas tanaman. Minimal , media tanam diremajakan 1—2 tahun sekali. Penggantian media bukan berarti mengganti seluruh media tanam dengan media yang gres , tetapi menyisakan media lama sepertiganya. Selain itu , akar yang cacat atau rusak sebaiknya dipotong sepertiga bagiannya. Dengan pemangkasan akar , tanaman menjadi stres dan memicu tumbuhnya bunga. Campuran media tanam yang digunakan sama dengan media sebelumnya.