Non Tes

Non Tes

Non Tes

Non Tes
Non Tes

a.      Pengertian

Tehnik evaluasi nontes berarti melaksanakan penilain dengan tidak mengunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidupdan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individumaupun secara kelompok.

Berikut adalah beberapa intrumen non tes yang sering dgunakan dalam evaluasi dibidang pendidikan

b.      Jenis-jenis Tehnik Non Tes

Beberapa alat ukur yang hendak diuraikan padabagian ini adalah observasi, angket, wawancara, daftar cek dan skala nilai/rating scale.

1)      Observasi

Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi, yaitu pengertian secara semmpit dan luas. Dalam arti sempit, observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap apa yang diteliti, Dalam arti luas observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsungmaupun tidak langsung terhadap objek yang diteliti (Susilo Rahardjo & Gudnanto, 2011).

Menurut Susilo Surya dan Natawidjaja ( dalam Susilo Rahardjo & Gudnanto, 2011: 48-49) membedakan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi sistematis, dan observasi experimental.

  1. Observasi partisipatif, ialah observasi dimana orang yang mengobservasi (pengamat, observer) benar-benar turut serta mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang atau objek yang diamati.
  2. Observasi sistematis, ialah observasi dimana sebelumnya telah diatur struktur yang berisikan faktor-faktor yang telah diataur berdasarkan kategori masalah nyang hendak diobservasi. Pada observasi sistematis ini sebelumnya pengamat menyusun kisi-kisi yang memuat faktor-faktor yang akan diobservasi beserta kategori masalahnya.
  3. Obsevasi eksperiental, ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif dan secara sistematis, untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan.

2)      Angket

Ign Masidjo (1995: 70) menyatakan bahwa angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Sedangkan Susilo Rahardjo & Gudnanto (2011: 92) mengemukakan angket atau kuesioner adalah merupakan suatu tehnik atau cara memehami siswa dengan mengadakan komunikasi tertulis, yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh resonden secara tertulis juga.

Pada pokoknya angket dibagi menjadi dua, berdasarkan cara menjawab pertanyaan dan bagaimana jawaban diberikan. Ditinjau dari cara menjawab pertanyaannya angket dapat dibagi dua. Yaitu angket terbuka dan tertutup (Ign. Masidjo, 1995). Sedangkan menurut Susilo Rahardjo & Gudnanto (2011: 95-97) dilihat dari bentuk pertanyaannya angket dibedakan menjadi tiga yaitu: angket terbuka, angket tertutup dan angket terbuka tertutup.

  1. Angket terbuka, ialah angket yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Responden diberikan jawaban sebebas-bebasnya untuk menjawab pertanyaan-pertnyaan yang disediakan.
  2. Angket tertutup, ialah angket yang menggunakan pertnyaan-pertanyaan tertutup. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan.
  3. Angket terbuka dan tertutup, ialah angket yang pertanyaan-pertanyaannya berupa gabungan dari pertnyaan terbuka dan tertutup, baik dalam suatu item, maupun dalam keseluruhan item. Pada umunya angket ini banyak digunakan untuk kepentingan bimbingan dan konseling.

3)      Wawancara

Kompetensi evalausi lain yang juga perlu dimiliki oleh para guru sebagai evaluator dibidang pendidikan adalah penggunaan evaluasi non tes dengan menggunakan tehnik wawancara/interview. Mengenai apa yang dimaksud dengan wawancara dalam evaluasi non tes. Johnson and Johnson (dalam Sukardi, 2008: 187) menyatakan sebagai berikut: An interview is a personal interaction between interviewer (teacher) and one or more interviwees (students) in which verbal questions are asked. Wawancara adalah interaksi pribadi antara pewawancara (guru) dengan yang diwawancarai (siswa) dimana pertanyaan verbal diajukan kepada mereka.

Dalam wawancara ada beberapa persyaratan penting yang perlu diperhatikan:

  1. Adanya interaksi atau tatap muka guru dengan siswa
  2. Adanya percakapan verbal diantara mereka dan memiliki tujuan tertentu

Dalam konteks evaluasi pendidikan, wawancara dapat dilakukan secara individual maupun secara berkelompok, dimana seorang guru bertatap muka dan melakukan tenya jawab terhadap siswanya. Di samping itu wawancara dapat dilakukan baik sebelum, selama dan sesudah proses belajar mengajar berlangsung (Sukardi, 2008).

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/pengertian-akhlak/