Paus Keluarkan 2 Kardinal dari Lingkaran Dalam

Paus Keluarkan 2 Kardinal dari Lingkaran Dalam

Paus Keluarkan 2 Kardinal dari Lingkaran Dalam

Paus Keluarkan 2 Kardinal dari Lingkaran Dalam
Paus Keluarkan 2 Kardinal dari Lingkaran Dalam

Politics and Prose, adalah toko buku independen sederhana di Washington

yang telah menjadi sesuatu yang menonjol dalam kancah budaya di ibu kota AS. Sejak dibuka pada 1984, toko itu mampu bertahan di tengah popularitas toko buku online.

Toko buku dan kedai kopi Politics and Prose adalah salah satu tempat paling terkenal di ibu kota AS. Sejak dibuka hampir 35 tahun lalu, tempat itu telah menjadi pusat budaya yang menarik turis mancanegara, penggemar literatur dan politisi berpengaruh.

Bahkan, toko buku itu menjadi magnet bagi sebagian penulis terkemuka dunia, dari mantan presiden Clinton dan Obama, sampai J.K. Rowling, Salman Rushdie dan fotografer Annie Leibovitz.

“Politics and Prose adalah salah satu dari banyak institusi budaya di Washington D.C. Tempat ini sangat penting dan berkembang. Sangat bagus karena tempat ini menarik orang-orang yang peduli dengan literatur dan buku-buku intelektual. Tempat ini membentuk komunitas,” kata Damir Marusic, Editor Eksekutif majalah the American Interest.

Para penerbit bersaing untuk mengorganisir acara bedah buku bagi penulis mereka

di Politics and Prose, sementara para penulis bermimpi menampilkan karya mereka disana.

Bill dan Hillary Clinton serta Barack Obama pernah mengadakan acara disini.
Seorang pengunjung sebang membaca buku di toko buku Politics and Prose di Washington, 5 Juni 2012.
Seorang pengunjung sebang membaca buku di toko buku Politics and Prose di Washington, 5 Juni 2012.

Demikian pula penulis buku-buku yang laris di dunia, seperti J.K. Rowling dari serial Harry Potter,

dan novelis Inggris keturunan India Salman Rushdie.

Baru-baru ini, penulis Jamie Susskind berbicara tentang dampak teknologi terhadap politik. Dia telah mendatangi tempat ini selama puluhan tahun, bahkan sebelum merilis bukunya sendiri.

“Ini adalah toko buku legendaris di Washington DC. Sewaktu saya magang di Gedung Capitol, saya sering datang kemari, melihat-lihat dan membelanjakan uang saya yang tidak banyak jumlahnya. Jadi, saya merasa senang bisa kembali lagi kesini sebagai seorang penulis,” kata Jamie Susskind, seorang pengarang.

Staf disini terkenal sangat informatif dan sigap.

Dan sebagian pengunjung, seperti Anna, mengatakan lebih asyik membeli buku di toko, dibandingkan secara daring.

“Saya suka toko buku, saya seorang kutu buku, jadi saya sering membuka situs Amazon dan melihat-lihat bukunya. Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan rasanya memegang buku secara langsung, membacanya dan memilihnya,” kata Anna.

 

Baca Juga :