Pendidikan Orang Dewasa Dalam Perspektif Hadis
Pendidikan

Pendidikan Orang Dewasa Dalam Prespektif Hadist

Pendidikan Orang Dewasa Dalam Prespektif Hadist

Pendidikan Orang Dewasa Dalam Perspektif Hadis

Pada pendidikan masa dewasa banyak hal

yang muncul dari diri individu, pada masa dewasa individu akan mencari solusi sendiri dari permasalahan yang ia temui, dan juga ia akan bisa berpikir sendiri sesuai dengan kemampuan akalnya.

Adapun yang dijelaskan oleh hadist tentang seorang pemuda yang telah mampu menikah, maka rasulullah menganjurkan untuk menikah, dan bagi yang belum sanggup, maka berpuasa untuk menahan gejolak yang ada. Yang demikian tersebut termasuk masalah yang dihadapi pada masa dewasa.

Apabila dewasa tersebut memiliki ilmu agama yang kuat ia akan dapat mengatasi masalah yang muncul, seperti seorang pemuda yang dewasa ia mempunyai keinginan untuk menikah, akan tetapi ia belum cukyp mampu dalam hal materi dalam keluarganya kelak, maka dengan sendirinya ia akan berpikir dan akan menahan keinginannya tersebut, serta lebih berusaha lagi dalam mencukupi hal materi yang kurang.

Pada pendidikan hadist masa dewasa, orang dewasa tersebut seharusnya sudah mampu untuk memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai agama karena orang dewasa sudah bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Sebagaimana hadist berikut ini:

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ فَلَقِيَهُ عُثْمَانُ بِمِنًى فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً فَخَلَوَا فَقَالَ عُثْمَانُ هَلْ لَكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي أَنْ نُزَوِّجَكَ بِكْرًا تُذَكِّرُكَ مَا كُنْتَ تَعْهَدُ فَلَمَّا رَأَى عَبْدُ اللَّهِ أَنْ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى هَذَا أَشَارَ إِلَيَّ فَقَالَ يَا عَلْقَمَةُ فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ أَمَا لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ لَقَدْ قَالَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh Telah menceritakan kepada kami bapakku Telah menceritakan kepada kami Al A’masy ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Ibrahim dari ‘Alqamah ia berkata; Aku berada bersama Abdullah, lalu ia pun ditemui oleh Utsman di Mina. Utsman berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya aku memiliki hajat padamu.” Maka keduanya berbicara empat mata. Utsman bertanya, “Apakah kamu wahai Abu Abdurrahman kami nikahkan dengan seorang gadis yang akan mengingatkanmu apa yang kamu lakukan?” Maka ketika Abdullah melihat bahwa ia tidak berhasrat akan hal ini, ia pun memberi isyarat padaku seraya berkata, “Wahai ‘Alqamah.” Maka aku pun segera menuju ke arahnya. Ia berkata, “Kalau Anda berkata seperti itu, maka sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada kita: ‘Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.”


Sumber: https://ntclibya.com/evolve-apk/