Pendidikan

Penentuan Ide Pokok

Penentuan Ide Pokok

  1. Teknik Curah Pendapat

  2. Storyteller’s Tour

Hidupkan tape recorder, dan telaah pesan-pesan yang disampaikan. Dengarkan dengan teliti dan berlatihlah sehingga ide-ide pokok dari suat pesan dapat ditemukan dengan mudah.

  1. Random List

Untuk dapat menemukan ide pokok perlu menulis segala sesuatu dalam pikiran di atas kertas kosong. Pelajari hubungan ide yang satu dnegan ide yang lain. Bagilah ke dalam kelompok-kelompok dan temukan butir yang penting dan tidak penting.

  1. CFR (Conclusion, Findings, Recommendations) Worksheet

Jika subjeknya mencakup pemecahan masalah, gunakan suatu lembar kerja (worksheet) yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions), dan rekomendasi (recommendation) yang akan diberikan.

  1. Journalistic Approach

Pendekatan jurnalistik memberikan butir yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok. Jawaban terhadap pertanyaan siapa (who), apa (what), kapan (when), di mana (where), dan bagaimana (how), akan dapat menjelaskan ide pokok presentasi.

  1. Question and Answer Chain

Pendekatan yang paling baik adalah melihat dari sisi perspektif audiens.

  1. Pembatasan Cakupan

Secara umum, penyajian informasi rutin kepada audiens yang telah dikenal hendaknya menggunakan kata-kata singkat. Cara ini membangkitkan rasa hormat audiens kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang kompleks dan kontroversial akan memakan waktu lebih lama terutama jika audiens yang hadir belum dikenal sebelumnya. Ide pokok yang yang lebih penting haruslah disampaikan dengan mudah dimengerti dan diterima audiens.

  1. Seleksi Saluran dan Media
  2. Komunikasi Lisan

Salah satu kebaikannya adalah kemampuannya memberikan umpan balik dengan segera. Saluran ini digunakan apabila pesan yang disampaikan sederhana, tidak diperlukan catatan permanen, dan audiens dapat dibuat lebih nyaman. Kelebihan lain adalah sifatnya yang ekonomis. Bermanfaat apabila yang disajikan informasi kontroversial, karena reaksi audiens dapat terbaca dari bahasa isyarat mereka.

Komunikasi  lisan antara lain seperti pembicaraan lewat telepon, wawancara kerja, pertemuan kelompok kecil, seminar, lokakarya, program pelatihan, pidato formal, dan presentasi penting lainnya. Semakin sedikit jumlah audiens, semakin baik interaksi diantara mereka. Presentasi formal seringkali diadakan di auditorium. Dan kemajuan teknologi sering digunakan untuk memberi daya tarik bagi suatu presentasi.

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/