Pendidikan

Pengertian Etika Bisnis

Table of Contents

Pengertian Etika Bisnis

Kata etika berasal dari penggunaan.  Etika merupakan satu set moral prinsip yang memungkinkan seseorang untuk membedakan antara hal-hal mana yang baik dan mana yang buruk. Etika Istilah ini sering digunakan sebagai moralitas, moralitas dalam tindakan adalah konstituen sangat penting tidak ada perilaku dapat menjadi positif dengan keluar yang baik dan resonansi dasar etika. Etika juga mempertahankan perilaku dan mengarah sikap yang baik. (Dr Sabahuddin Azmi).[1]

Etika adalah ilmu yang menilai perilaku ini menjadi benar atau salah, baik atau buruk.  Pada dasarnya kata etika jika kita melihatnya dalam perspektif Islam berarti untuk melihat apa yang baik dan buruk secara sosial serta moral karena etika adalah sesuatu yang berperan penting untuk membuat dan mengembangkan suara.

Bisnis dapat didefinisikan kegiatan yang dilakukan untuk tujuan mendapatkan keuntungan tetapi aktivitas yang sah disebut bisnis. Kegiatan ilegal atau melanggar hukum tidak memperhitungkan dalam batas bisnis. Dalam arti sastra, bisnis juga berarti keadaan sibuk; itu mencakup semua aktivitas yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan penjualan barang dan jasa dengan objek inti mendapatkan keuntungan.

Adapun etika seorang muslim dalam berbisnis yaitu[2]:

  1. Jujur

       Berbisnis atau berdagang adalah sarana untuk membuka pintu rizki yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Bisnis juga dapat dijadikan sarana untuk menyebarkan agama islam (berdakwah), jika kita melakukan bisnis seperti yang dilakukan oleh Rasulullah yang lebih spesifik terkait dengan etika dalam berbisnis (berdagang) seperti dalam Hadits berikut: “Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang” (Muttafaqun Alaihi).

       Hadits di atas menjelaskan bahwasannya dalam berjual beli ada tawar- menawar selama belum berpisah. Dan menerangkan tentang etika kedua orang yang bertransaksi agar sama-sama jujur tidak merugikan salah satu pihak. Serta menjelaskan bahwa dalam berbisnis yang dicari bukan hanya profit saja melainkan menyertakan keberkahan juga, karena dengan berkahnya bisnis yang kita jalankan maka hidup kita akan ikut berkah dan diridho Allah sehingga kita mencapai hidup yang sejahtera.

  1. Amanah

       Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).”

sumber :

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/