Perintah Menuliskan Hadits
Agama

Perintah Menuliskan Hadits

Perintah Menuliskan Hadits

Perintah Menuliskan Hadits
Perintah Menuliskan Hadits

Selain hadits-hadits yang isinya melarang menuliskan hadits, dijumpai pula hadits-hadits Nabi SAW yang membolehkan bahkan memerintahkan untuk menuliskan hadits beliau.
Di antara hadits-hadits Nabi SAW yang memerintahkan atau membolehkan menuliskan hadits adalah:

Hadits yang berasal dari Rafi’

Dari Rafi’ ibn Khudaij bahwa dia menceritakan, kami bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami mendengar dari engkau banyak Hadits, apakah (boleh) kami menuliskannya?” Rasulullah menjawab, “Tuliskanlah oleh kamu untukku dan tidak ada kesulitan.” (HR Khatib). (Al-Baghdadi. Taqyid al-‘Ilm. h. 72-73)

Hadits Anas ibn Malik

Dari Anas ibn Malik bahwa dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ikatlah ilmu itu dengan tulisan (menuliskannya).” (Abu ‘Umar Yusuf ibn ‘Abd al-Barr, Jami’ Bayan al-‘Ilm wa Fa’lih (Mesir: Al-Muniriyyah, t.t.)Jilid 1, h. 72).

Hadits dari Al-Walid

Hadits yang berasal dari Al-Walid ibn Muslim dari Al- Auza’i dari Yahya ibn Abi Katsir dari Abi Salamah ibn Abd al-Rahman dari Abu Hurairah, dia menceritakan tentang khutbah Nabi SAW di Mekah ketika penaklukan kota Mekah. Setelah penyampaian khutbah tersebut, berdiri Abu Syah, seorang laki-laki dari negeri Yaman, seraya berkata:

Berkata Abu Syah, “Tuliskanlah bagi ku ya Rasul” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Tuliskanlah oleh kamu untuk Abu Syah.” Walid berkata,”Aku bertanya kepada Al-Auza’i, “Apakah yang dimaksudkan dengan perkataan Rasul SAW tuliskanlah olehmu untuk Abu Syah.” Auza’i menjelaskan, “Yang dimaksud dengannya adalah khotbah yang didengarnya dari Rasul SAW.” (HR Bukhari). (Al-Ramuharmuzi’, Al-Muhaddits al-Fashil, h. 363-364; Lihat juga Ahmad ibn Hanbal, Musnad al-Imam Ahmad (Kairo: Dar al-Ma’arif, t.t.) Jilid 12, h. 232; Lihat juga Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari (Kairo. Mushthafa al-Babi al-Halabi, t.t.), jilid 1. h. 217)

Hadits ‘Abd Allah ibn ‘Amr

Dari Abd Allah ibn Amr, aku berkata, “(Bolehkah) aku menuliskan apa yang aku dengar dari engkau?” Rasulullah menjawab, “Boleh “Aku berkata selanjutnya, “Dalam keadaan marah dan senang?” Rasul SAW menjawab lagi, “Ya, sesungguhnya aku tidak mengata¬kan sesuatu kecuali yang haq (kebenaran).” (HRAhmad).( Al-Ramuharmuzi’, Al-Muhaddits al-Fashil, h. 364.)

Keempat hadits di atas menunjukkan bahwa Rasul SAW membolehkan bahkan tampak menganjurkan para sahabat untuk menuliskan hadits-hadits beliau. Hal tersebut terlihat dari saran beliau untuk mengikat ilmu pengetahuan tentunya termasuk di dalamnya hadits-hadits beliau, dengan cara menuliskannya.

Demikian uraian tentang perintah atau kebolehan menuliskan hadits semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/