Pramuka Masa Kini Jago Bikin Vlog

Pramuka Masa Kini Jago Bikin Vlog

Pramuka Masa Kini Jago Bikin Vlog

Pramuka Masa Kini Jago Bikin Vlog
Pramuka Masa Kini Jago Bikin Vlog

Era media sosial membuat video blog menjadi sesuatu yang kekinian

. Setiap momentum membuat warganet sengaja mendokumentasikannya lewat video lalu diunggah ke media sosial. Tak ketinggalan para Pramuka yang juga pandai membuat vlog.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kembali mengadakan pelatihan media sosial dan membuat video jilid 2 di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Pelatihan ini diikuti 180 Pramuka dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Yogyakarta, Boyolali, Bogor, dan lainnya. Bukan vlog biasa, Pramuka membuat vlog dengan konten daerah wisata di daerahnya masing-masing.

Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka bidang Kominfo, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, sudah banyak video pariwisata daerah, produk lokal yang diproduksi oleh Pramuka di berbagai daerah. Pelatihan ini diharapkan menjadikan setiap Pramuka berani merekam, kreatif mengedit video, dan gotong-royong menyebarkan konten-konten positif di media sosial.

“Banyak kegiatan Pramuka di daerah yang tidak terjangkau televisi

atau media lain, padahal kegiatannya bagus. Nah, saat itulah dibutuhkan kemampuan anggota Gerakan Pramuka untuk melaporkan kegiatannya, merekam dengan smartphone,” ujar Hariqo Wibawa Satria di Cibubur, Jakarta Timur, dalam keterangan tertulis, Minggu (5/8).

Sementara itu, Andalan Nasional Kwarnas Bidang Kominfo, Luqman Hakim Arifin menambahkan, pelatihan ini salah satu cara membumikan semboyan setiap Pramuka adalah kantor berita. Selain itu, pelatihan ini juga dalam rangka mensukseskan Raimuna Nasional XI Gerakan Pramuka pada 13-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

“Rainas adalah acara nasional, diikuti 15.000 peserta. Maka, sebelum

itu kita perlu melakukan persiapan untuk sukseskan acara ini. Salah satunya dengan pelatihan pembuatan video, karena di Rainas ini nantinya banyak objek yang bagus untuk dibuatkan konten, baik video, foto maupun rilis atau berita,” katanya.

Misalnya para Pramuka diajarkan bagaimana memegang ponsel saat merekam lalu apa saja konten yang positif untuk diabadikan. “Kami perbanyak misalnya cara memegang smartphone saat merekam. Masih banyak Pramuka goyang saat merekam, sehingga hasil videonya pun kurang baik. Kemudian, cara memaksimalkan aplikasi editing video,” jelasnya.

Arief salah seorang peserta dari Solo mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. Dia meminta waktu pelatihan agar bisa ditambah di kemudian hari.

“Ke depan saya berharap bisa lebih memperdalam lagi, utamanya belajar mengedit video. Saya juga akan memperdalam ilmu manajemen pengelolaan tim media sosial,” tutur Arief.

 

Sumber :

https://www.buzzfeed.com/danuaji/signs-of-the-cat-infected-with-rabies-6gklbipwse