Protokol Pilihan Konvensi Hak Hak Anak
Pendidikan

Protokol Pilihan Konvensi Hak Hak Anak

Protokol Pilihan Konvensi Hak Hak Anak

Untuk  memperkuat ketentuan  ini,  sebuah Protokol Pilihan  bagi  Konvensi  mengenai  pengunaan anak-anak dalam kon  k bersenjata disahkan pada tahun 2000 dalam upaya untuk memungkinkan negara-negara anggota  membuka  komitmen  yang  lebih besar  terhadap  perlindungan  anak dari keikutsertaan  mereka  dalam  kon  ik  bersenjata  dan  perekrutan  ke  dalam  angkatan  bersenjata.

Protokol tersebut mulai berlaku pada tahun 2002, dan sebagian menentukan bahwa:

  • Rekrutmen mereka yang berusia dibawah 18 tahun harus benar-benar bersifat suka rela.
  • Kelompok-kelompok  bersenjata  non-pemerintah  sama  sekali  tidak boleh  merekrut  mereka yang berusia di bawah 18 tahun atau menggunakan mereka dalam pertikaian.
  • Negara-negara  anggota  harus memberikan  kepada anak-anak yang  sudah  ikut  serta  dalam konflik  bersenjata,  dalam  pelanggaran  konvensi  atau  Protokol,  rehabilitasi  psikologis  dan  pengembalian mereka kepada masyarakat.

Dalam  Perserikatan  Bangsa-Bangsa,  Dewan  Keamanan  dan  Sekertaris  Jenderal  telah menempatkan masalah perlindungan anak dalam keadaan kon  ik bersenjata secara tegas dalam agenda keamanan dan perdamaian. Resolusi  Dewan  Keamanan no.  1261 (1999)  dan no. 1314 2000) membuat rekmendasi bahwa, bila dipandang perlu, seorang penasehat perlindungan anak (Child Protection  Adviser –  CPA) dipekerjakan  oleh Perserikatan  Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari operasi  penjagaan  perdamaian. CPA ini membantu Perwakilan Khusus Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (sebagai pimpinan operasi penjagaan perdamaian atau operasi untuk mendukung upaya perdamaian) untuk menjamin hak-hak, perlindungan, dan kesejahteraan anak menjadi prioritas selama proses penjagaan perdamaian berjalan.

Penasehat perlindungan anak pertama kali diterjunkan di Republik Demokrasi Kongo pada tahun 1999,  kemudian di  Sierra  Leone pada  tahun 2000.  Semenjak  itu,  Unit-unit  Perlindungan Anak telah disertakan dalam Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokrasi Kongo (MONUC) dan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa  di Sierra Leone (UNAMSIL). CPA lainnya  diterjunkan dan disetujui untuk Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Angola (UNMA), dan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Pantai Gading (MINUCI) dan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Liberia (UNMIL).

Konvensi Hak-hak Anak

Pasal 38 Konvensi tersebut menyatakan bahwa: Negara-negara anggota berupaya menghormati dan  menjamin  pernghormatan  terhadap  aturan-aturan  hukum  humaniter  internasional  yang berlaku bagi mereka dalam konflik bersenjata yang relevan dengan perlindungan anak.  Pasal itu menambahkan  bahwa “(sesuai  dengan  kewajiban mereka dalam  hukum humaniter internasioal untuk melindungi warga sipil dalam konfliik bersenjata, negara-negara anggota harus mengambil langkah-langkah yang  dipandang perlu  untuk menjamin perlindungan dan perawatan  anak  yang menjadi korban konflik bersenjata.”

Sumber :

https://mlwcards.com/xiaomi-kalahkan-apple-untuk-penjualan-wearable/