Raih 2 Besar Nasional, ITN Malang Raih Pembiayaan Rp 6,5 Miliar

Raih 2 Besar Nasional, ITN Malang Raih Pembiayaan Rp 6,5 Miliar

Raih 2 Besar Nasional, ITN Malang Raih Pembiayaan Rp 6,5 Miliar

Raih 2 Besar Nasional, ITN Malang Raih Pembiayaan Rp 6,5 Miliar
Raih 2 Besar Nasional, ITN Malang Raih Pembiayaan Rp 6,5 Miliar

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menduduki cluster utama dalam kinerja penelitian Kementrian

Riset dan Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kampus ini menempati peringkat kedua dan menjadi kampus swasta nomor satu dalam cluster tersebut.

Total ada 38 judul penelitian yang diraih oleh ITN Malang tahun ini. Dana yang akan dikucurkan Rp 6,5 Miliar.”Memang cukup besar dana kita untuk kita kelola di penelitian. Dibandingkan tahun 2019 ini, naik sekitar Rp 1,4 miliar. Jadi kenaikannya memang signifikan,” ucap Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST MT PhD saat ditemui di Ruang LPPM Kampus 1 ITN Malang, Rabu (29/1/2020).

Sebenarnya, LPPM ITN Malang sudah masuk ke cluster utama sejak 2016.

Pada tahun sebelumnya, dana yang diterima ITN Malang sekitar 5,4 miliar. Untuk mendapatkan pendanaan sebesar tahun ini, ITN Malang harus bersaing dengan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Karenanya, Awan menyatakan bahwa capaian ini cukup membanggakan.
ADVERTISEMENT
“Ini capaian yang luar biasa. Artinya dari tahun ke tahun, kita Alhamdulillah selalu meningkat yang kita peroleh. Apalagi, kita hanya di bawah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Negeri Makassar,” imbuhnya.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kinerja tim LPPM melalui proses yang lama. Meskipun tidak diperoleh secara instan, terdapat sistem online untuk memantau kinerja penelitian dari setiap dosen yang sangat membantu. Dengan sistem online itu, maka pembinaan terhadap dosen dan mahasiswa di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat jauh lebih efektif.
“Sistem online itu sudah dibangun sejak 2015. Kemudian kita sempurnakan setiap tahun sehingga semuanya bisa kita pantau. Kinerja penelitian dosen juga terus meningkat, baik itu hasil outputnya dari sisi publikasi jurnal internasional, konferensi internasional, maupun di sisi prototype yaitu Teknologi Tepat Guna (TTG) yang nantinya akan diimplementasikan kepada masyarakat itu juga terus meningkat,” bebernya.

Dengan capaian yang meningkat ini, ke depannya ITN Malang akan mengejar cluster yang lebih tinggi,

yaitu cluster mandiri. Maka dari itu, LPPM harus terus meningkatkan kualitas SDM dosen untuk penelitian dan publikasi. “Sehingga nantinya diharapkan mungkin 2-3 tahun lagi untuk penilaian cluster kita bisa naik ke cluster Mandiri atau cluster tertinggi untuk LPPM,” tandas Awan.
Untuk mempertahankan dan juga meningkatkan pencapaian ini, Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT membeberkan 4 kunci utama. Pertama adanya pejuang-pejuang baru (dosen-dosen untuk meningkatkan kepangkatan). Kedua, kualitas proposal yang lebih baik. Ketiga, membuka wawasan dosen-dosen ke industri. Keempat, menggandengkan penelitian dosen dengan mahasiswa.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/