Ramai Larangan Mahasiswi Bercadar, UIN Sunan Kalijaga Tak Bergeming

Ramai Larangan Mahasiswi Bercadar, UIN Sunan Kalijaga Tak Bergeming

Ramai Larangan Mahasiswi Bercadar, UIN Sunan Kalijaga Tak Bergeming

Ramai Larangan Mahasiswi Bercadar, UIN Sunan Kalijaga Tak Bergeming
Ramai Larangan Mahasiswi Bercadar, UIN Sunan Kalijaga Tak Bergeming

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tak bergeming meskipun peraturan soal mahasiswi bercadar di kampus

tersebut ramai dibicarakan. Mereka tetap pada pendirian dan mengklaim apa yang dilakukan pihak kampus sudah sesuai dengan kode etik.

Salah satu tujuannya yakni untuk melakukan pembinaan terhadap semua mahasiswa, termasuk mereka yang bercadar.

“Semua mahasiswa dibina. Pembinaan itu sama seperti di tempat-tempat lain, berjenjang

. Kalau (pelanggaran) berat bagaimana, kalau ringan bagaimana,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Yogyakarta Waryono, Rabu (7/3).

Tak hanya kepada mereka yang bercadar, namun pembinaan menurutnya secara merata kepada seluruh mahasiswa. Tidak ada yang diperlakukan secara khusus. “Pembinaan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) itu juga ada tim khusus,” ucapnya.

Mengenai pernyataan pihak kampus yang menyebutkan apabila 7 kali dilakukan pembinaan, namun mahasiswa yang bersangkutan tidak berubah akan dipersilahkan mencari kampus lain, imbuhnya merupakan bahasa tata tertib. “Itu kan bahasa tata tertib Pak Rektor,” tuturnya.

Sementara itu, saat JawaPos.com mencoba konfirmasi kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Yudian Wahyudi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp masih belum ada respon sampai pada Rabu (7/3) siang.

Sebelumnya, Yudian Wahyudi mengungkapkan, jika selama 7 kali dilakukan konseling dan mahasiswi sebanyak 41 orang yang telah didata masih menggunakan cadar, maka dipersilakan untuk mencari kampus lain. Ia menegaskan, kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai universitas negeri menganut paham Islam moderat.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/kalimat/