Pendidikan

Sidang BPUPKI ke dua

Sidang BPUPKI ke dua

(10 Juli 1945 – 17 Juli 1945)

Pada sidang BPUPKI kedua, yang berlangsung pada 10 Juli 1945 hingga 17 Juli 1945 agenda sidang yang dibahas adalah mengenai Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kewarganegaraan Indonesia, Rancangan Undang-undang Dasar, sistem ekonomi dan keuangan negara, bela negara serta system pendidikan dan pengajaran, karena banyaknya agenda yang dibahas maka anggota-anggota BPUPKI di pecah menjadi panitia-panitia kecil, adapun pembagian panitia kecil adalah sebagai berikut:

  • Panitia Perancang Undang-undang Dasar, Panitia ini diketuai oleh Ir.Soekarno.
  • Panitia Pembelaan Tanah Air, Panitia ini diketuai oleh Abikusno Tjokrosoejoso.
  • Dan Panitia Ekonomi, panitia ekonomi diketuai oleh Drs.Mohammad Hatta.

 

Karena pembahasan Undang-undang Dasar merupakan pembahasan yang dirasa paling berat maka panitia perancangan Undang-undang Dasar yang diketuai oleh Ir.Soekarno pada tanggal 11 Juli 1945 menyusun kembali panitia kecil dibawahnya agar penyusunan Undang-undang dasar bisa lebih terfokus, panitia kecil yang bertugas khusus merancang isi dari undang-undang dasar tersebut terdiri dari:

  1. Prof. Mr. Dr. Soepomo (ketua panitia kecil)
  2. Mr. KRMT Wongsonegoro (anggota)
  3. Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
  4. Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
  5. Mr. Raden Panji Singgih (anggota)
  6. Haji Agus Salim (anggota)
  7. Dr. Soekiman Wirjosandjojo (anggota)

 

Tanggal 13 Juli 1945, sidang membahas Hasil kerja panitia kecil yang bertugas marancang Undang-undang Dasar tersebut, yang pada akhirnya pada tanggal 14 Juli 1945 hasil kerja tim Perancang Undang-undang Dasar dilaporkan secara langsung oleh Ir.Soekarno di hadapan anggota BPUPKI, isi utama dari laporan tersebut adalah:

  1. Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
  2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
  3. Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai “Undang-Undang Dasar 1945”, yang isinya meliputi :

 

Sumber :

https://multi-part.co.id/natal-dan-tahun-baru-tarik-tunai-gopay-tutup-sementara/