Sifat Fisika dan Kimia Tanah
Umum

Sifat Fisika dan Kimia Tanah

Sifat Fisika dan Kimia Tanah

Sifat Fisika Tanah 

Hardjowigeno (2003) mengartikan sifat fisika tanah sebagai beberapa sifat yang memiliki kaitan terhadap gerak dan gaya yang bersangkutan dengan tanah seperti drainase, penyimpan air, penetrasi, perakaran tumbuhan, udara, serta pengikat unsur hara. Karakteristik fisik suatu tanah tergolong menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan tanaman. Tanah yang memiliki kemiringan tertentu berpotensi mengalami kerusakan yang sangat signifikan. Biasanya tanah miring lebih rentan terhadap erosi sehingga dapat mengakibatkan kandungan bahan organik tanah menjadi turun serta kandungan unsur hara di dalamnya mengalami pengurangan. Selain itu, dampak dari kejadian tersebut dapat mengurangi ketersediaan air di dalam tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

Keadaan tanah yang mengalami erosi yang cukup berat pada umumnya berpengaruh pada sifat fisika tanah. Menurut Yahya et al. (2010) tanah yang mengalami erosi berat secara umum memiliki tingkat kepadatan yang tinggi sebagai akibat terkikisnya lapisan atas tanah yang lebih gembur. Beberapa sifat fisik tanah menurut Rustam, et al. (2016) terdiri dari bulk density (berat volume), permeabilitas tanah, porositas tanah, dan tekstur tanah. Selain itu, Lapadjati et al. (2016) juga mengatakan bahwa warna tanah merupakan salah satu dari sifat fisik tanah.
a. Bulk Density/Berat Volume (BD)
Bulk density merupakan salah satu petunjuk tentang kepadatan tanah yang menunjukkan perbedaan antara berat tanah kering dengan volume tanah. Bulk density biasanya digunakan untuk evaluasi terhadap beberapa kemungkinan akar menembus tanah. Pada keadaan tanah dengan berat volume yang lebih besar akan mempersulit akar tanaman untuk menembus lapisan tanah tersebut. Selanjutnya Manfarizah, et al. (2011) menambahkan bahwa berat volume memiliki peran penting dalam proses infiltrasi, kepadatan tanah, permeabilitas, porositas tanah, struktur tanah, dan tata air di dalam tanah.
b. Permeabilitas Tanah
Permeabilitas tanah menurut Maro’ah (2011) merupakan suatu sifat yang menyatakan laju pergerakan suatu zat cair dalam tanah melalui pori-pori makro dan mikro baik di daerah vertikal maupun di daerah horizontal. Searah dengan pendapat tersebut, Baver (1959) juga pernah mengartikan permeabilitas tanah sebagai suatu kecepatan cairan dalam bergerak pada media berpori atau lebih lengkapnya sebagai kecepatan air dalam melewati tanah pada periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam satuan cm/jam. Berdasarkan dari pengertian tersebut disimpulkan bahwa permeabilitas tanah merupakan takaran kekuatan tanah dalam membiarkan air yang berasal dari atas tanah seperti hujan atau lainnya menuju ke bagian lapisan bawah tanah. Terjadinya permeabilitas tanah dipengaruhi oleh struktur tanah dan tekstur nya beserta unsur organik lainnya yang terdapat di dalam tanah.