Perikanan

Signifikansi Penelitian

Signifikansi Penelitian

Berdasarkan rumusan tinjauan diatas, maka Manfaat dari dilakukannya penelitian ini adalah :

  1. Manfaat akademis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya pengembangan keilmuan dalam berpolitik  kususnya dalam melakukan pemilu serta memperkaya pengetahuan karya ilmiah tentang sistem politik yang seharusnya dikuasai oleh masyarakat sebelum menggunakan hak pilihnya.
  2. Manfaat praktis, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Balaraja mengenai sistem pemilu di Indonesia sekarang ini serta tips dan trik dari setiap kandidat yang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat, sehingga pada saat dating waktunya pemilihan umum, masyarakat dapat berfikir secara logis atau rasional dalam menggunakan hak pilihnya untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.
  1. Kajian Pustaka

Sejauh pengamatan dan penelitian penyusun , belum ada yang melakukan penelitian dengan judul yang sama, dan isi pembahasan yang hampir menyerupai, untuk menghidari terjadinya plagiat maka penyusun menyertakan beberapa literature serta kesimpulan dan relevansinya terhadap penelitian yang akan diteliti sebagai bahan pertimbangan, diataranya:

  1. Penelitian skripsi yang diangkat oleh Abdul Rahman Razik yang berjudul  strategi komunikasi politik KPUD dalam menyukseskan pemilu program studi PKN  Universitas Islam OKI Kayuagung tahun 2013/2014 dapat disimpulkan bahwa kesimpulan dari skripsi ini adalah langkah-langkah strategi komunikasi politik KPUD kabupaten OKI dalam menyukseskan pemilihan umum kepala daerah yaitu langkah-langkah strategi komunikasi politik yang bersifat eksternal dan internal. Sedangkan dalam penelitian ini yang ingin penulis teliti adalah menjelaskan trik-trik dari para kandidat wakli rakyat dalam mengambil simpati masyarakat Kayuagung, seperti trik serangan fajar yang sudah menjadi budaya dewasa ini.
  2. Penelitian skripsi yang diangkat oleh Abdul Rahman Razik yang berjudul  partisipasi masyarakat pada perumusan kebijakan publik dalam mewujudkan good governance program studi PKN  Universitas Islam OKI Kayuagung tahun 2013/2014, kesimpulan dari skiripsi ini adalah membangun sebuah Negara dengan sistem desentralisasi melalu otonomi daerah dengan menitikberatkan pemerintah pada kabupaten/kota dengan visi mencapai good governance adalah identik dengan sebuah demokrasi, disana partisipasi masyarakat menjadi sangat mutlak. Sedangkan dalam penelitian ini dibahas tentang intensitas kesadaran dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon wakil rakyat yang pantas mewakili daerahnya.

Dari beberapa paparan skripsi diatas sangat jelas bahwa penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

  1. Landasan Teori

1.1 Teori Demokrasi

Pemilu merupakan salah satu bentuk demokrasi Negara Indonesia,pemilu adalah mediademokrasi masyarakat untuk menyalurkan partisipasinya kepada negara.Hampir semua negara demokrasi melakukan sistem pemilu untuk menunjukan kedemokrasiannya, dalam negara yang demokratis, aktivitasmemilih orang atau sekelompok orang untuk dijadikan seorang pemimpin dilakukan dengan sistem pemilu yang dilandasi dengan prinsip pemilu secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adilsesuai dengan isi UU No 10 tahun 2008 bab II pasal 2, agar semua warga negara dapat ikut berpartisipasi dan menyuarakan haknya.Akan tetapi, walaupun sudah ditetapkannya undang-undang tersebut, bukan berarti pemilihan umum di Indonesia terhidar dari perselisihan-perselisihan yang lainnya. Di Indonesia, peraturan mengenai pemilu terdapat dalam UUD 1945 hasil amandemen perubahan bab III, bab VIII mengenai pemilu pasal 22E.[1]

Melihat isi undang-undang diatas bisa kita ketahui bahwa pemilu merupakan jalan utama dalam menentukan masa depan sebuah Negara demokratis, karena segala pemerintahan dimulai dengan memilih calon pemerintahnya terlebih dahulu, maka dalam memilih seorang pemimpin, dalam Negara demokratis yang menganut sistem pemilu, masyarakat harus memilihnya secara demokratis agar semua lapisan masyarakat dapat menyuarakan pendapatnya. Dalam hal ini ada beberapa pendapat pakar tentang demokrasi, diantaranya menurut Plato dalam teorinya menyatakan bahwa:

Dalam bentuk demokrasi, kekuasaan berada di tangan rakyat sehingga kepentingan umum (kepentingan rakyat) lebih diutamakan. Secara prinsipil, rakyat diberi kebebasan dan kemerdekaan.Akan tetapi kemudian rakyat kehilangan kendali, rakyat hanya ingin memerintah dirinya sendiri dan tidak mau lagi diatur sehingga mengakibatkan keadaan menjadi kacau, yang disebut Anarki..[2]

Dan juga menurut Joseph A. Schmeter berpendapat dalam teorinya bahwa demokrasi merupakan suatu perencaan instutisional untuk mencapai keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat.[3]

Itu berarti bahwa semua keputusan, rakyat yang menentukan, para wakil rakyat hanya sebagai tempat mencurahkan aspirasi rakyat dan kemudian memperjuangkannya di hadapan wakil-wakil rakyat yang lainnya,kemudian merundingkan dengan wakil rakyat yang lainnya dan mengambil persetujuan untuk disepakati dan ditaati bersama.

sumbaer :

https://apartemenjogja.id/battle-bros-apk/