SMPN Terbuka 16 TKB Mandiri Berdinding Tripleks

SMPN Terbuka 16 TKB Mandiri Berdinding Tripleks

SMPN Terbuka 16 TKB Mandiri Berdinding Tripleks

SMPN Terbuka 16 TKB Mandiri Berdinding Tripleks
SMPN Terbuka 16 TKB Mandiri Berdinding Tripleks

Pagi itu pulu­han siswa di SMPN Terbuka 16 TKB Mandiri dengan semangat mengik­uti

kegiatan belajar mengajar. Da­lam ruang kelas berdinding tripleks yang menjadi sekat antarkelas itu, para siswa merajut cita-citanya di bangku pendidikan.

Jemari para siswa sepertinya sudah akrab dengan meja yang kadang bergoyang saat menulis. Bahkan, di antara pelajar tersebut ada yang berjalan kaki sejauh satu kilometer dari kediamannya menuju sekolah. Meski letih karena harus berjalan kaki dari rumah ke sekolah, tak me­nyurutkan semangat mereka belajar.

Sekolah yang dirintis sejak 2007 itu mengandalkan tangan-tangan para dermawan

yang memberikan do­nasi. ”Sekolah di sini gratis. Bagi me­reka yang ingin sekolah tidak perlu menyiapkan uang. Tapi siapkan niat dan kesungguhan menuntut ilmu,” kata seorang guru, Handayani.

Siswa yang bersekolah di sini, sambung Handayani, berasal dari keluarga menengah bawah.

Meski begitu, mereka sangat berseman­gat untuk bersekolah. ”Kalau biasanya di sekolah terbuka itu tiga hari ma­suk selanjutnya libur, kalau di sini full satu minggu dan jadwal pela­jaran kita full,” katanya. Saat hujan terkadang air masuk dari sela gen­ting ataupun tripleks yang memba­sahi buku pelajaran mereka.

”Alhamdulillah mereka semangat belajar. Dulu sebelum pakai tripleks, kelas ini hanya berdindingkan kawat. Tapi biar lebih nyaman, maka di­ganti tripleks. Walaupun sekarang minim ventilasi, Alhamdulillah lebih adem,” katanya.

 

Baca Juga :