Pendidikan

Teori Perkembangan Kognitif

Teori Perkembangan Kognitif

Teori kognitif menekankan pada pikiran-pikiran sadar untuk memahami perkembangan pemikiran logis dan dampaknya terhadap perilaku.. Teori kognitif didominasi oleh Teori Piaget.

  1. Teori Piaget

Piaget berpendapat bahwa anak memiliki peran aktif dalam perkembangan mereka sendiri dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Ada empat tahap perkembangan kognitif dan pikiran secara kualitatif berbeda pada setiap tahap.

1)      Tahap Sensorimotor (0-2 tahun),

2)      Tahap Praoperasional (2-7 tahun),

3)      Tahap Operational Konkret (7-11 tahun),

4)      Tahap Operasional Formal (11 tahun-dewasa),

  1. Teori Perkembangan Behavoirisme dan Belajar Sosial

Teori ini mengemukakan bahwa kunci untuk memahami perkembangan terletak pada perilaku yang dapat diamati dan respons individu terhadap stimulus lingkungan. Artinya, bahwa perilaku merupakan respons yang dipelajari terhadap penguatan yang diberikan oleh lingkungan. Prinsip-prinsip belajar dan pengkondisian yang digambarkan dalam teori B.F. Skinner dan John B. Watson menejlaskan tentang perkembangan manusia.

Teori belajar sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura menjelaskan bahwa banyak perilaku manusia dipelajari dengan cara mangamati perilaku dan sikap-sikap orang lain, dan menggunaknnya sebagai contoh bagi perilaku kita sendiri.[5]

  1. Teori Perkembangan Kontektual

Dalam psikologi, istilah kontes digunakan untuk menunjukkan kondisi yang mengelilingi suatu proses mental, dan kemudian mempengaruhi makna atau signifiknisme. Teori konstektual memandang perkembangan sebagai proses yang terbentuk dari transaksi timbal balik antara anak dan konteks perkembangan sistem fisik, sosial, kulural, dan historis diana kejadian itu terjadi.

Beberapa teori yang berpengaruh dalam teori Konstektual:

1)      Teori Etologis, teori ini menekankan bahwa perilaku sangat dipengaruhi oleh biologi, terkait evolusi, dan ditandai oleh periode-periode kritis.

2)      Teori Ekologis,  teori ini memeberikan tekanan bahwa perilaku dipengaruhi oleh sistem lingkugan.[6]


  1. Teori Perkembangan Konstruktivis Sosial

Teori Konstruktivis sosial merupakan teori yang menekankan pengaruh lingkungan sosial dan budaya pada perkembangan. Teori-teori palong signifikan yang memperhitungkan faktor-faktor sosial dan budaya dalam perkembangan adalah Lev Vygotsky dan Urie Bronfenbrenner.

  1. Model-Model Tansaksional Perkembangan

       Teori ini mejlaskan pembentukan hasil-hasil positif dan negatif bagi anak-nak dan khususnya pembentukan perilaku-perilaku yang tidak biasa. Pendekatan ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1970-an. Salah satu teoritis yang paling utama dalam bidang ini adalah Sameroff (1991; Sameroff & Chandler, 1975). [7]

  1. Teori Perkembangan Humanistis

Teori humanistis muncul pada tahun 1950-an. Aloiran ini dianggap sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Teori ini adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia.

Ciri-ciri pendekatan ini adalah sebagai berikut:

1)      Memusatkan perhatian pada person yang mengalami dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena dalam mempelajari manusia.

2)      Menekankan pada kualitas-kualitas yang khas pada manusia.

3)      Menyandarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan serta menentang penekanan yang berlebihan pada objektifitas yang mengorbankan signifikasi.

4)      Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap inheren pada setiap individu.

baa juga :