Tradisi Berlanjut, Dua Mobil Milik ITS Lolos Inspeksi SEM Asia 2018

Tradisi Berlanjut, Dua Mobil Milik ITS Lolos Inspeksi SEM Asia 2018

Tradisi Berlanjut, Dua Mobil Milik ITS Lolos Inspeksi SEM Asia 2018

Tradisi Berlanjut, Dua Mobil Milik ITS Lolos Inspeksi SEM Asia 2018
Tradisi Berlanjut, Dua Mobil Milik ITS Lolos Inspeksi SEM Asia 2018

Dua mobil hemat energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya,

Sapuangin dan Nogogeni, dinyatakan lolos tahap technical inspection atau scrutineering di ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut dihelat di Changi Exhibition Center, Singapura.

Dengan lolosnya dua mobil tersebut, tim dari ITS bisa mengikuti race untuk bertarung dengan tim-tim lainnya se-Asia. Race tersebut rencananya akan dilaksanakan setelah acara pembukaan, Jumat (9/3). Dari 124 tim yang terdaftar di kompetisi tahunan ini, 25 tim merupakan wakil dari beberapa universitas di Indonesia untuk dua kategori yakni prototype dan urban concept.

Sebelum bisa melakukan race, semua mobil harus melalui 12 tahapan inspeksi. Antara lain tahap inspeksi untuk kelengkapan driver (driver’s control), berat kendaraan (vehicle weight), vehicle dimension, seatbelt & roll bar, brake (rem), visibility, mechanical vehicle design, electrical vehicle design, energy verification (sesuai kategori bahan bakar), dan tahap telematry (kemampuan memantau kelengkapan dan kondisi mobil dari jarak jauh).
Sapuangin

Mobil Sapuangin karya ITS saat mengikuti ajang Shell Eco-Marathon (SEM)

Asia 2018 di Changi Singapura, Kamis (8/3). (Humas ITS for .com)

Tim Sapuangin dan Nogogeni sendiri mampu melewati serangkaian tahapan inspeksi tersebut. Saat menjalani inspeksi, sempat terjadi beberapa kekhawatiran dari kedua tim dikarenakan adanya sedikit kesalahpahaman dari tim inspeksi dan juga adanya sedikit gangguan pada mobil saat inspeksi.

Sapuangin yang turun di kategori Urban Concept bahan bakar gasoline, menjalani tes dengan lancar sampai tahap electrical vehicle design dan tahap inspeksi bahan bakar, meskipun sempat terjadi antrean panjang.

Saat tahap telematry sempat terjadi kekacauan sistem karena induksi listrik dari coil

(penguat voltage untuk busi). “Akhirnya harus diputus sementara sambungan sistemnya ke coil tersebut. Tapi saat race nanti akan disambung lagi,” jelas General Manager ITS Team Sapuangin Rafi Rasyad, Kamis (8/3).

Sementara tim Nogogeni yang tanding di kategori Urban Concept bahan bakar listrik sempat mengalami kesulitan saat inspeksi driver. Di mana syarat berat badan minimal adalah 70 kg. Sehingga kalau kurang beratnya harus ditambahi pemberat.

“Nogogeni memiliki dua driver, namun salah satu driver kurang 12 kg beratnya. Harus dipilih salah satu driver-nya,” ungkap dosen pembina tim Nogogeni Dedy Zulhidayat Noor.

Nogogeni juga sempat mengalami kendala dengan pakaian yang dikenakan driver. Sebab tidak ada keterangan tahan api yang tertera di sana. Namun setelah diperiksa, ternyata hal itu disebabkan karena kesalahan produsen yang lupa menyertakan keterangan.

Setelah lolos inspeksi, semua tim melakukan test drive untuk menjajal sirkuit yang telah disiapkan panitia, sebelum bertarung keesokan harinya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/kalimat-majemuk-bertingkat/