Upaya Pencegahan Dan Cara Mangatasi Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga

Upaya Pencegahan Dan Cara Mangatasi Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga

Upaya Pencegahan Dan Cara Mangatasi Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga

Upaya Pencegahan Dan Cara Mangatasi Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga
Upaya Pencegahan Dan Cara Mangatasi Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga

Penyimpangan

yang terjadi dalam masyarakat sanggup diatasi mulai dari lingkungan yang paling kecil adalah keluarga, kemudian lingkungan yang lebih besar lagi (sekolah), dan lingkungan masyarakat.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan secara detail upaya pencegahan dan cara mengatasi penyimpangan sosial melalui lingkungan yang paling kecil adalah keluarga.Upaya pencegahan sikap penyimpangan sosial di rumah memerlukan pemberian dari semua anggota keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga luas.

Di dalam hal ini

masing-masing anggota keluarga harus bisa menyebarkan sikap kepedulian, kompak, serta saling memahami tugas dan kedudukannya masing-masing di keluarga.

Meskipun keterlibatan seluruh anggota keluarga sangat dibutuhkan, namun orang bau tanah memegang tugas utama dalam membentuk perwatakan dan membina sikap anak-anaknya. (https://blog.fe-saburai.ac.id/jenis-dan-contoh-jaringan-tumbuhan/)

Hal ini dikarenakan orang bau tanah merupakan figur utama anak yang dijadikan panutan dan tuntunan, sehingga sudah sepantasnya bila orang bau tanah harus bisa memberi teladan bagi anak-anaknya.

Cara Mangatasi Penyimpangan Sosial dalam Keluarga

Dalam hubungannya dengan upaya pencegahan penyimpangan sosial di lingkungan keluarga, orang bau tanah sanggup melaksanakan beberapa hal, menyerupai berikut ini.

a. Menciptakan suasana harmonis, perhatian, dan penuh rasa kekeluargaan.

b. Menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan pekerti, kedisiplinan, dan ketaatan beribadah.

c. Mengembangkan komunikasi dan kekerabatan yang bersahabat dengan anak.

d. Selalu meluangkan waktu untuk mendengar dan menghargai pendapat anak, sekaligus bisa memperlihatkan bimbingan atau solusi bila anak menerima kesulitan.

e. Memberikan punnish and reward, artinya bersedia memperlihatkan teguran atau bahkan eksekusi bila anak bersalah dan bersedia memperlihatkan kebanggaan atau bahkan hadiah bila anak berbuat baik atau memperoleh prestasi.

f. Memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai tingkat umur dan pendidikannya.

Langkah-langkah tersebut merupakan upaya yang sanggup dilakukan orang bau tanah semoga tercipta suatu komunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak merasa terlindungi, mempunyai panutan atau teladan, serta merasa mempunyai arti penting sebagai bab dari keluarganya.